Friday, June 21, 2024
HomeBerita NasionalBuruh Tolak Keras Iuran Tapera Potong Gaji

Buruh Tolak Keras Iuran Tapera Potong Gaji

Media Indo Pos,Jakarta – Buruh menolak keras iuran tabungan perumahan rakyat (Tapera). Iuran ini dipotong dari gaji pekerja setiap bulan sebesar 2,5%. Sementara pemberi kerja alias pengusaha sebesar 0,5%

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban mengatakan penolakan serikat buruh terkait iuran Tapera ini mempunyai alasan. Sebagian besar buruh yang bekerja di sektor padat karya mengaku tidak mampu jika dikenakan iuran per bulan. Padahal beberapa gaji mereka juga ada yang Rp 2 juta per bulan.

“Bagaimana mungkin pekerja di padat karya ada upah yang Rp 2 juta membayar iuran? Ini kang nggak ada batasan bayaran tabungan berapa. Kita menyumbang yang miskin sementara kita juga masih miskin,” kata Elly dalam acara Konferensi Pers Terkait Tapera, Jumat (31/5/2024).

Dia menghitung dengan besaran gaji UMR Jakarta, pekerja harus membayar sekitar Rp 126 ribu per bulan. Hal ini berarti konsep iuran Tapera ini justru menambah potongan dari upah. Padahal saat ini upah pekerja sudah dipotong hingga 4,5%.

Menurutnya, apabila ini tabungan, seharusnya dilakukan dengan sukarela. Bukan justru mewajibkan dan dipaksakan kepada yang tidak mampu. Dia menegaskan pihaknya merasa keberatan dan tidak mampu apabila harus membayar setiap bulan sebesar Rp 100 ribuan. Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk merevisi pasal terkait konsep program ini.

“Untuk pemerintah membatalkan setidaknya revisi pasal paling krusial pasal 7 ya yang wajib jadi sukarela. Kalau Anda mau nabung silakan, ya silahkan. Kalau mau dapat rumah melalui Tapera, silakan. Kita kalikan Rp 100 ribu sampai usia 58 tahun itu nggak sampai Rp 100 juta ya. Saya sudah pensiun, saya belum dapat rumah,” imbuhnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments