Wednesday, June 19, 2024
HomeInternationalWorldDonald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Bersalah Atas Pidana

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Bersalah Atas Pidana

Media Indo Pos,New York – Donald Trump mencetak sejarah sebagai Presiden pertama Amerika Serikat (AS) yang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana, setelah dia dinyatakan bersalah atas 34 dakwaan dalam kasus pembayaran uang tutup mulut terhadap seorang mantan bintang porno semasa pilpres tahun 2016 lalu.

Seperti dilansir dari Reuters, Jumat (31/5/2024), setelah melakukan pertimbangan selama dua hari, sebanyak 12 anggota dewan juri pengadilan New York, pada Kamis (30/5) waktu setempat, menyatakan Trump bersalah atas semua dakwaan atau 34 dakwaan pidana yang dijeratkan terhadapnya.

Secara garis besar, Trump dinyatakan bersalah telah memalsukan dokumen untuk menutupi pembayaran uang tutup mulut sebesar US$ 130.000 guna membungkam seorang mantan bintang porno bernama Stormy Daniels menjelang pilpres 2016 lalu.

Mantan pengacara Trump, Michael Cohen, yang bersaksi dalam persidangan itu menuturkan Trump menyetujui pembayaran uang tutup mulut itu pada minggu-minggu terakhir pilpres 2016 lalu, ketika Trump menghadapi serentetan tuduhan perilaku seksual tidak pantas.

Cohen mengungkapkan bahwa dirinya yang menangani pembayaran itu, dan menyatakan Trump menyetujui rencana untuk mengganti biaya yang dikeluarkan untuk membungkam Daniels melalui pembayaran bulanan yang disamarkan sebagai pekerjaan legal.

Hakim persidangan, Juan Merchan, menetapkan sidang penjatuhan hukuman terhadap Trump pada 11 Juli mendatang. Itu berarti hukuman akan diumumkan oleh pengadilan hanya beberapa hari sebelum Partai Republik dijadwalkan secara resmi mencalonkan Trump sebagai kandidat Presiden AS untuk pemilu 5 November mendatang.

Tindak pidana pemalsuan dokumen bisnis bisa diancam hukuman maksimum empat tahun penjara, meskipun para pelakunya seringkali menerima hukuman lebih ringan, atau hanya dijatuhi hukuman denda, atau hukuman percobaan saja.

Meskipun ada kemungkinan hukuman bui, namun seperti dilansir dari CNN, hakim tidak diharuskan untuk menjatuhkan hukuman penjara terhadap Trump. Hakim Merchan bisa saja menjatuhkan hukuman percobaan terhadap Trump atau hukuman hingga empat tahun penjara untuk setiap dakwaan di penjara negara bagian, dengan maksimum hukuman 20 tahun penjara.

Terlepas dari itu, penahanan secara hukum tidak akan menghalangi Trump untuk berkampanye, demikian juga tidak akan menghalanginya untuk menjabat jika nantinya dia memenangkan pilpres November mendatang.

Yang jelas, Trump tidak akan dijebloskan ke penjara sebelum hukuman dijatuhkan secara resmi oleh pengadilan. Jaksa distrik Manhattan, Alvin Bragg, yang mendakwa Trump dalam kasus ini menolak untuk menjawab pertanyaan soal apakah dirinya berencana mengajukan hukuman penjara untuk Trump.

“Hakim telah menjadwalkan penjatuhan hukuman pada 11 Juli. Kita akan berbicara di pengadilan pada saat itu. Kami juga menetapkan jadwal bergerak. Kami akan berbicara seperti yang telah kami lakukan selama proses ini,” jawab Bragg seperti dikutip dari CNN.

Menurut analis hukum senior CNN, Elie Honig, sebagian besar hukuman untuk tindak pidana Kelas E — tindak pidana paling ringan di New York seperti dakwaan yang menjerat Trump — berujung hukuman non-penjara, atau seringkali merupakan kombinasi antara hukuman percobaan, hukuman denda, dan hukuman pelayanan masyarakat.

Pada intinya, hukuman terhadap terdakwa dalam tindak pidana semacam ini tergantung sepenuhnya pada hakim.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments