Tuesday, June 25, 2024
HomeBerita NasionalKomnas Perempuan Sorot RUU Perlindungan PRT Mangkrak

Komnas Perempuan Sorot RUU Perlindungan PRT Mangkrak

Media Indo Pos,Jakarta – Menyelamatkan diri dari rumah majikan, remaja yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dilarikan ke rumah sakit setelah meloncat dari lantai 3 rumah majikannya di Karawaci, Kota Tangerang. Komnas Perempuan bicara pentingnya payung hukum bagi para pekerja rumah tangga (PRT).

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengungkap bahwa RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) mandek. Dia menyebut DPR RI hingga kini tidak memberikan kejelasan.

“Kasus ini kembali mengingatkan kita pentingnya payung hukum perlindungan bagi pekerja rumah tangga. Sayangnya RUU PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) terus tertunda 2 dekade, bahkan sampai jadwal DPR RI sekarang belum ada kejelasan kapan akan dimulai pembahasannya,” kata Andy kepada wartawan, Kamis (30/5/2024).

Andy lalu mendesak polisi agar menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Dia juga meminta pemerintah setempat agar memberi dukungan untuk korban.

“Komnas Perempuan mendukung upaya kepolisian untuk menyelidiki secara menyeluruh kasus tersebut. Perlu dipastikan kasus ini dapat memecah lingkar impunitas,” ujarnya.

“Juga mendorong agar pemerintah Kota Tangerang memastikan dukungan bagi pemulihan yang menyeluruh,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia juga mengungkap bahwa PRT hingga sekarang belum menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu karena tidak adanya payung hukum.

“Sebagai catatan tambahan, Komnas Perempuan mengamati bahwa pekerja rumah tangga jarang yang menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan karena belum ada payung hukum baginya, dan juga seringkali tidak memiliki BPJS kesehatan,” katanya.

Dugaan TPPO Diusut
Perempuan remaja terluka setelah nekat terjun dari lantai 3 rumah majikannya yang berlokasi di Karawaci, Kota Tangerang. Polisi menyebut ada pemalsuan identitas korban menjadi 22 tahun, padahal aslinya 16 tahun.

“Fakta awal yang didapatkan bahwa korban masih di bawah umur (16 tahun) sesuai KK (kartu keluarga) dan ijazah korban yang didapatkan dari orang tuanya. Namun korban memiliki KTP berusia 22 tahun,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya, Kamis (30/5).

Diduga ada tindak pidana pemalsuan identitas korban agar bisa bekerja. Zain menyebut saat ini ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan hal kasus tersebut. “Diduga telah terjadi dugaan peristiwa tindak pidana pemalsuan identitas korban agar korban bisa diperkerjakan sebagai ART. Hal tersebut termasuk dalam TPPO (tindak pidana perdagangan orang),” ujarnya.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments