Wednesday, June 19, 2024
HomeBerita JatimSederet Fakta Tewasnya Siswa Kota Batu Dikeroyok Teman Sekelasnya

Sederet Fakta Tewasnya Siswa Kota Batu Dikeroyok Teman Sekelasnya

Media Indo Pos,Kota Batu – Peristiwa tragis menimpa seorang siswa SMPN 2 Kota Batu. Remaja berinisial RKW (12) itu meninggal dunia usai dikeroyok teman-temannya di sekolah. Korban meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasta Brata. Pengeroyokan yang dialami korban diduga dipicu masalah sepele. Berikut sejumlah fakta tewasnya siswa SMP di Kota Batu karena dikeroyok teman sekelas:

1. Korban Dikeroyok Teman Sekelasnya
Saudara korban berinisial R (12) mengatakan, korban dikeroyok oleh teman-temannya sendiri pada Rabu (29/5/2024) sore. RKW menceritakan kepada R bahwa dirinya telah dipukuli teman sekelasnya.

“Jadi pulang-pulang itu bilang sakit semua habis dipukuli sama A dan teman-temannya. Saudara saya bilang dipukuli dan ditendang di bagian dada, kepala, hingga punggung,” ungkapnya.

2. Korban Awalnya Tidak Cerita ke Ortu dan Keluarga
Pengakuan R, korban memang tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Nenek korban Tutik mengatakan, awalnya tidak mengetahui cucunya dipukuli. Sebab, korban sehari-hari terlihat biasa saja dan melakukan aktivitas seperti pada umumnya.

“Anake (anaknya) itu ya masuk sekolah, Kamis (30/5/2024) kemarin, juga masih dibaan (kegiatan keagamaan) dan sepakbola. Baru Jumat pagi itu bilang ke ibunya kalau sakit kepala dan habis dipukuli,” tandasnya.

3. Korban Mengeluh Sakit Bagian Kepala
Saat menceritakan kejadian kepada keluarganya, korban mengeluhkan sakit di bagian kepala karena dikeroyok sejumlah temannya. Keluarganya kemudian membawa siswa SMP kelas 1 itu ke Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu pada Jumat pagi (31/5/2024). Nahas, korban dinyatakan meninggal Jumat pukul 11.00 WIB.

“Dia mengeluh sakit kepala ke ibu dan cerita kalau habis dipukuli. Akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Hasta Brata,” ujar R saat ditemui, Jumat (31/5/2024).

4. Alasan Korban Dipukuli Temannya
R mengungkapkan, pengeroyokan itu berawal dari korban dimintai teman sekolahnya berinisial A untuk nge-print tugas. Namun, permintaan itu ditolak korban karena sudah malam. Pelaku A kemudian marah dan menantang berkelahi. Namun, tantangan ini tidak ditanggapi korban dan memblokir nomor ponsel A.

“Awalnya itu Selasa (28/5/2024) malam, teman kelasnya A itu WhatsApp ke RKW minta di-print-kan tugas PKY, tapi sama saudara saya ditolak karena sudah malam,” terang R.

“Si A nggak terima sambil nyolot dan berkata kasar di WhatsApp. Sampai A nantang berkelahi, karena tidak mau menanggapinya, saudara saya nge-blok WhatsApp A,” sambungnya.

Hingga keesokan harinya, korban masuk sekolah untuk mengikuti ujian seperti biasa. Sepulang sekolah korban minta diantarkan ibunya untuk belajar kelompok. “Ternyata saat itu ketemuan sama A di dekat salah satu vila di Songgokerto. Di situ, ada A sama 4 anak lain. Jadi total sama saudara saya ada 6 anak,” kata R.

“Dari lima anak itu yang mukulin cuman dua, yakni A sama L, terus satunya ambil video dan sisanya hanya diam saja. Setelah dipukuli didiamkan sebentar, terus diantar pulang cuman sampai SPBU dekat Balai Kota Among Tani dan pulang ke rumah di Kecamatan Batu,” sambungnya.

5. Lima Anak Diamankan
Lima anak diamankan polisi untuk dimintai keterangan terkait tewasnya RKW. Mereka diduga mengeroyok dan mengetahui korban dikeroyok. Kasat Rekrim Polres Batu AKP Rudi Kuswoyo mengatakan, kelima anak diamankan setelah pihaknya melakukan penyelidikan. Kelima anak tersebut tengah dimintai keterangan.

“Kami mengamankan lima anak yang berhadapan dengan hukum. Sekarang dimintai keterangan dan proses sampai saat ini masih berjalan,” ujar Rudi.

6. Jenazah Korban Diautopsi
Rudi menambahkan, selain meminta keterangan petugas kepolisian kini tengah melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian RKW. Proses autopsi tersebut dilakukan berdasarkan persetujuan dari orang tua korban.

“Kami mendapatkan video (aksi pengeroyokan) dan masih belum mempelajari, karena hanya sepintas dan kami fokus kepada penanganan korban dan mengamankan si anaknya berhadapan dengan hukum,” terang Rudi.

“Nanti secara rinci penyidik di Polres Batu yang saat ini sedang melakukan pemeriksaan akan memberikan laporan kepada kami,” sambungnya.

Rudi menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. “Masih dilakukan pendalaman,” singkatnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments