Friday, June 14, 2024
HomeBerita NasionalBos PPI Soal Kepala Otorita IKN Mundur: Mempertebal Ada Masalah

Bos PPI Soal Kepala Otorita IKN Mundur: Mempertebal Ada Masalah

Media Indo Pos,Jakarta – Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menanggapi soal mundurkan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan Wakil Kepala IKN Dhony Rahajoe. Adi menilai hal itu menunjukkan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara bukan perkara gampang.

“Secara prinsip mundurnya Kepala Otorita IKN itu menunjukkan betapa persoalan membangun ibu kota itu bukan perkara gampang, bukan perkara simsalabim yang sebenarnya bisa disulap dalam waktu yang cukup singkat,” kata Adi, Rabu (5/6/2024).

Adi mengatakan publik sejak awal sudah mewanti-wanti pemerintah soal pembangunan IKN. Menurutnya pembangunan IKN butuh waktu bertahun-tahun lamanya.

“Artinya apa? Publik sejak awal sebenarnya sudah me-warning pemerintah bahwa kalaupun ibu kota itu pindah tapi jangan berharap dalam hitungan tahun, setahun, dua tahun, tiga tahun bisa dinikmati dengan indah, karena memang di berbagai negara pindahnya ibu kota itu butuh waktu puluhan tahun untuk establis, minimal pembangunan infrastruktur, setelah itu bicara SDM, baru lingkungan ekonomi, kebudayaan dan seterusnya,” sebut dia.

“Jadi mundurnya Ketua IKN dan Wakilnya itu ini kan mempertebal sebenarnya, betapa persoalan IKN yang sebenarnya sejak awal sudah diwanti-wanti oleh publik itu menjadi kenyataan. Misalnya persoalan klasik konflik lahan dengan penduduk lokal, itu kan nggak selesai,” imbuhnya.

Adi juga menyinggung soal kebutuhan air di IKN. Menurutnya hingga saat ini air di IKN masih susah diakses. “Termasuk soal, bisa dibayangkan belum bisa ada air, gimana orang mau tinggal di IKN sementara airnya susah untuk diakses, dibor juga nggak boleh, tebang pohon juga nggak boleh dengan dalih keindahan, penghijauan dan seterusnya,” sebut dia.

“Kerumitan-kerumitan ini sepertinya bisa mempertebal, kalaupun toh IKN adalah proyek besar tapi jangan berharap setahun besar dinikmati, harus sabar memang, nunggu 5 tahun, mungkin 10 tahun, sehingga landasan ibu kota yang secara perlahan kemudian bisa dinikmati,” tambah Adi.

Lebih lanjut, Adi menilai publik saat ini menganggap IKN sebagai proyek yang tergesa-gesa buntur mundurnya Kepala Otorita dan Wakil Kepala Otorita.

“Kan orang yang kemudian menanggap ini sebagai proyek yang tergesa-gesa itulah yang kemudian kenapa kepala IKN dan wakilnya mundur. Kalau bersabar 5 tahun, 10 tahun bisa ini dinikmati bareng. Kalau harus pindah Agustus, upacara di situ, tahun depan harus pindah semua presiden dan wakil presiden, agak berat,” jelasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Wakil Menteri ATR Raja Juli Antoni sebagai Plt Ketua dan Wakil Ketua OIKN. Menurutnya ditunjuknya Raja Juli akan memunculkan narasi pesimis di publik.

“Apalagi Plt Mas Raja Juli yang ditunjuk itu kan memunculkan narasi yang pesimis menurut saya, membuat investor was-was, berpikir ulang untuk investasi di IKN. Dalam transisi di mana ketua IKN dan wakilnya mundur ada Plt yang membangun suatu diskursus bahwa ini investor kembali was-was untuk datang, ini semakin menebalkan betapa IKN ini orang semakin nggak yakin,” tutur dia.

Selain itu, Adi juga menyinggung soal Presiden Jokowi yang ingin meresmikan IKN dan dinikmati banyak kalangan sebelum purnatugas. “Ini kan problemnya, Istana, Jokowi dalam hal ini ingin melihat sebelum turun minimal IKN bisa diresmikan dan bisa dinikmati oleh banyak kalangan dan ini sebenarnya yang menjadi problem,” lanjutnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments