Wednesday, June 19, 2024
HomeBerita NasionalLegislator: Saya Kecewa Perseteruan Dewas dan Pimpinan KPK, Persis KY dan Mahkamah...

Legislator: Saya Kecewa Perseteruan Dewas dan Pimpinan KPK, Persis KY dan Mahkamah Agung

Media Indo Pos,Jakarta – Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Trimedya Pandjaitan menyoroti perseteruan antara Dewan Pengawas (Dewas) KPK dan pimpinan KPK. Trimedya menyamakan perseteruan itu seperti relasi dua lembaga lain, yakni Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA).

Hal itu disampaikan Trimedya dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan Dewas di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024). Trimedya mulanya mengaku kecewa melihat konflik antara Dewas dan pimpinan KPK.

“Saya agak kecewa lihat Dewas, Pak, kenapa? Saya melihatnya perseteruan dalam ‘Dewas dan pimpinan KPK’ itu persis seperti awal-awal perseteruan dalam ‘KY dan Mahkamah Agung’, itu persis,” kata Trimedya.

Menurut Trimedya, langkah pimpinan KPK melaporkan Dewas ke Bareskrim Polri merupakan puncak dari perseteruan itu. Dia menyayangkan adanya konflik tersebut.

“Sehingga klimaksnya adalah seperti yang Pak Tumpak (Ketua Dewas KPK Tumpak H Panggabean) sampaikan ada pimpinan KPK yang melaporkan Dewas ke Bareskrim, itu udah puncak itu,” ujarnya.

Trimedya berharap perseteruan antara Dewas dan pimpinan KPK segera berakhir. Trimedya merasa malu lantaran adanya laporan pimpinan KPK terhadap Dewas kepada Bareskrim.

“Mimpi saya setelah rapat ini, Dewas ketemu pimpinan KPK kemudian kita lihat fotonya di koran dan nonton di televisi, wajahnya sumringah semua di akhir masa jabatannya,” ujarnya.

“Jadi sisa waktu sampai Desember ini bisa kita lihat bukan rekonsiliasi ya, tapi sinergitasnya lebih hidup lagi, tapi kita lihat harmonis lah hubungan Dewas dan KPK. Kita malu, Pak, dilaporkan pimpinan KPK,” sambungnya.

Lebih lanjut, Trimedya juga menyoroti Dewas yang menurutnya kerap tidak menyampaikan keterangan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Trimedya mengatakan setiap UU yang baru dibentuk tentu akan memiliki kekurangan.

Maka, menurut dia, seharusnya Ketua Dewas KPK Tumpak H Panggabean telah memahami bahwa kewenangan Dewas akan diatur kecil dalam UU. Trimedya lantas mengatakan dibentuknya Dewas sejak awal diharapkan dapat mengawasi KPK.

“Berpikirnya perlunya Dewas karena selama ini sulit terkontrol pimpinan KPK, sampai macam-macam lah isu, dari ada dangdutan lah, celananya cingkrang lah, kan salah satu semangat kami waktu membuat UU itu kan seperti itu,” tuturnya.

“Bahwa ada kelemahan, iya, Pak, di mana UU baru lahir. Dan harusnya Pak Tumpak ini kalau, ‘saya duduk di sini nggak baik nih buat saya’, dilakukan,” imbuh dia.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments