Tuesday, June 25, 2024
HomeBerita NasionalPutri Syahrul Yasin Limpo Sebut Garnita NasDem Otonom, Hanya Salurkan Bantuan Kementan

Putri Syahrul Yasin Limpo Sebut Garnita NasDem Otonom, Hanya Salurkan Bantuan Kementan

Media Indo Pos,Jakarta – Putri mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Indira Chunda Thita, mengatakan organisasi sayap Garda Wanita (Garnita) NasDem yang dipimpinnya merupakan organisasi yang berdiri sendiri. Thita mengatakan pihaknya hanya menyalurkan sembako dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Hal tersebut disampaikan Indira Chunda Thita di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2024), saat hakim anggota Ida Ayu Mustikawati menanyakan soal pembagian paket sembako ke 34 provinsi yang dilakukan Garnita menggunakan duit Kementan. Hakim menanyakan hal tersebut ke Bendum Partai NasDem Ahmad Sahroni.

“Karena kegiatan-kegiatan itu, Joice kemarin selaku sekretaris dari Garnita dan juga selaku staf khusus Pak Menteri itu lah yang menyatakan bahwa ketum partai mengetahui dan melaporkannya?” tanya hakim.

Sahroni mengatakan telah mengonfirmasi hal tersebut ke Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Sahroni menuturkan, menurut Surya Paloh, tak pernah ada laporan terkait.

“Yang Mulia, izin menjelaskan, saya sudah tanya pada ketua umum. Bahwa ketua umum tidak pernah menerima laporan dari ketua umum sayap partai. Kapan, dan tanggal berapa, jam berapa, ketua umum belum pernah terima, Yang Mulia,” jawab Sahroni.

Hakim lalu memanggil Thita. Hakim mengonfrontasi jawaban Sahroni tersebut. Hakim menyinggung keterangan Wabendum NasDem sekaligus Sekjen Garnita, Joice Triatman, yang menyebutkan Paloh mengetahui kegiatan pembagian sembako tersebut.

“Oke, karena kebetulan ada Indira, saya ingin mengonfirmasikan apakah betul. Karena Indira itulah yang mempunyai ide-ide yang akhirnya diperintahkan Joice untuk mengadakan bantuan-bantuan itu, dan dia diminta untuk melaporkan ke SYL, ke Pak Menteri ini. Kemudian, Pak Menteri memerintahkan untuk berkoordinasi dengan Pak Kasdi. Di situlah permasalahannya sebenarnya. Jadi kebetulan sekali ada Indira, saya inginkan untuk klarifikasi sekalian,” kata hakim.

Thita lalu masuk ke ruang persidangan. Thita mengatakan ada kerja sama antara Garnita dan Kementan sehingga Garnita bertugas menyalurkan paket sembako yang merupakan program Kementan.

“Apa yang telah saudara lakukan atau perintahkan terhadap Sekjen, atau orang-orang di sekitar Garnita itu, terhadap kegiatan-kegiatan yang terkait dengan Kementan?” tanya hakim.

Thita menyebutkan Garnita merupakan penyalur bantuan dari Kementan. “Menjalankan program Kementerian Pertanian. Garnita sebagai penyalur atau distributor program Kementan yang disalurkan untuk masyarakat,” jawab Thita.

Hakim lalu menanyakan dasar yang membuat Garnita jadi penyalur bantuan Kementan kepada masyarakat. Thita mengaku ada kerja sama antara Kementan dan Garnita.

“Melalui apa kerja sama Garnita itu?” tanya hakim.

Thita menuturkan penyaluran bantuan adalah program Kementan. Dia hanya menjalankan program tersebut. “Kegiatan-kegiatan yang kami lakukan itu merupakan kegiatan yang diprogramkan dari Kementerian Pertanian. Kami hanya menyalurkan saja,” jawab Thita.

Thita mengatakan Garnita merupakan organisasi sayap yang berdiri sendiri, meski terafiliasi dengan NasDem. Dia mengatakan Garnita juga memiliki AD/ART sendiri.

“Saudara selaku ketua organisasi Garnita, sayap NasDem, partai besar ya. Apakah diperkenalkan, dibebaskan, diijinkan melakukan kegiatan seperti itu tanpa sepengetahuan dari DPP (NasDem)?” tanya hakim.

“Kami sayap dari Partai NasDem. Kami berdiri sendiri Yang Mulia, otonomi sendiri, AD/ART sendiri. Dan kami hanya melaporkan seluruh kegiatan kami kepada ketua dewan pembina kami Garnita Malahayati,” jawab Thita.

Thita menuturkan kegiatan Garnita NasDem dilaksanakan tanpa perlu izin dari partai. Namun dia menekankan Garnita adalah organisasi sayap partai yang terafiliasi dengan NasDem.

“Jadi itu organisasi berdiri sendiri?” tanya hakim.

“Organisasi sayap partai yang afiliasinya adalah partai NasDem,” jawab Thita.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Thita mengatakan kerja sama pembagian sembako antara Garnita dan Kementan hanya secara lisan. Dia mengaku mengetahui program pembagian paket sembako itu dari Sekjen Garnita sekaligus Wabendum NasDem yang juga staf khusus SYL, Joice Triatman.

“Saya sebagai Ketua Umum, Yang Mulia, hanya disampaikan kepada Sekjen Garnita bahwa ada program-program dari Kementerian Pertanian yang bisa dilaksanakan bersama Garnita Malahayati,” kata Thita.

Hakim pun mencecar Thita soal asal mula kerja sama Garnita dengan Kementan. Thita menuturkan tahu ada program pemberian bantuan Kementan dari Joice Triatman.

“Saudara tahu program-program itu apakah itu ide saudara, atau saudara punya program-program Kementerian saudara tahu? Saudara tahu program-program kementerian itu dari mana?” tanya hakim.

“Dari sekjen Garnita,” jawab Thita.

“Siapa?” tanya hakim.

“Joice,” jawab Thita.

Sebelumnya, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai NasDem, Joice Triatman menyebut organisasi sayap partainya yakni Garda Wanita (Garnita) Malahayati membagikan 6.800 paket sembako menggunakan duit Kementerian Pertanian (Kementan). Joice mengatakan paket sembako itu dibagikan ke 34 provinsi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Joice saat bersaksi untuk terdakwa eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kasdi Subagyono serta Muhammad Hatta dalam sidang lanjutan kasus gratifikasi dan pemerasan di PN Tipikor Jakarta, Senin (27/5/2024). Joice saat itu menjabat sebagai staf khusus SYL.

Mulanya, ketua majelis hakim Rianto Adam Pontoh menanyakan penggunaan anggaran dari Kementan selain Rp 850 juta untuk acara bacaleg NasDem. Joice mengatakan ada program pembagian paket sembako.

“Apalagi selain Rp 850 juta?” tanya hakim.

“Dalam bentuk program, Yang Mulia,” jawab Joice.

“Apa? sembako?” tanya hakim.

“Iya,” jawab Joice.

“Ada juga kegiatan dari Partai NasDem untuk pembagian sembako?” tanya hakim.

“Betul, Yang Mulia,” jawab Joice.

Joice mengaku mendapat perintah dari SYL untuk berkoordinasi dengan eks Sekjen Kementan nonaktif Kasdi Subagyono terkait program paket sembako tersebut pada 2023. Menurutnya, paket sembako itu dibagikan melalui kantor DPW Garnita Malahayati ke 34 Provinsi di Indonesia.

“Saya mendapatkan perintah dari Pak Menteri untuk berkoordinasi dengan Pak Kasdi, Pak Sekjen untuk terkait pada saat itu menjelang bulan suci Ramadan,” kata Joice.

“Untuk itu ada kegiatan untuk menyalurkan sembako kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui kantor DPW Garnita Malahayati,” lanjut Joice.

“Seluruh Indonesia?” tanya hakim.

“Betul, dari 34 provinsi, Yang Mulia,” jawab Joice.

Joice mengaku tak tahu jumlah anggaran untuk program pembagian paket sembako tersebut. Dia mengatakan Kasdi mengutus Sukim selaku Kepala Biro Umum Kementan untuk berkoordinasi terkait alamat penerima paket sembako tersebut.

“Anggarannya berapa?” tanya hakim.

“Saya tidak tahu anggarannya berapa, Yang Mulia,” jawab Joice.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments