Wednesday, June 19, 2024
HomeHukum & Kriminal2 Bandar Narkoba Mojokerto Dibekuk, Sabu-Pil Koplo Disita

2 Bandar Narkoba Mojokerto Dibekuk, Sabu-Pil Koplo Disita

Media Indo Pos,Mojokerto – Satreskoba Polres Mojokerto meringkus 2 bandar sabu dan pil koplo jaringan lintas daerah di Jatim. Dari penangkapan kedua tersangka, polisi menyita 403,64 gram sabu dan 3.000 pil dobel L senilai Rp 372 juta.

Kasat Reskoba Polres Mojokerto AKP Dwi Gastimur Wanto menjelaskan, Rahmad Wijaya (48) ditangkap di pinggir jalan Kelurahan Mentikan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto pada Jumat (10/5) sekitar pukul 20.50 WIB.

Ketika diringkus, bandar sabu asal Jalan RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko, Mojokerto itu hendak menjual sabu kepada seorang pembeli. Dari penangkapan Rahmad, polisi menyita barang bukti 403,64 gram sabu, 2 bendel plastik klip, 1 ponsel, 1 dompet, serta 1 tas slempang.

“RW (Rahmad Wijaya) mendapatkan barang secara ranjau di wilayah Bangsal (Mojokerto), tempatnya hanya RW dan bandar di atasnya yang tahu,” jelasnya saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Rabu (5/6/2024).

Menurut Gastimur, Rahmad merupakan bandar sabu jaringan Mojokerto, Sidoarjo dan Pasuruan. Pedagang ayam potong tersebut mengaku mendapatkan pasokan narkotika golongan I dari pria yang biasa disapa Seger (50).

“Atas nama Seger ini masih DPO, ciri-ciri dan alamatnya tidak diketahui,” terangnya.

Tidak hanya itu, Satreskoba Polres Mojokerto juga membekuk Eko Setiawan (24), bandar pil koplo asal Desa Pohjejer, Gondang, Mojokerto. Eko ditangkap di rumahnya pada Kamis (9/5) sekitar pukul 17.10 WIB.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti 3 botol plastik berisi 3.000 butir pil dobel L, 1 tas belanja, 1 ponsel, serta sepeda motor Honda Vario nopol S 4238 NT. Eko mengaku mendapatkan pasokan pil koplo dari Ari Setiawan (30), warga Blitar yang saat ini buron.

“Tersangka dapat pasokan 12 botol, yang 9 botol sudah dia ranjau di wilayah Mojokerto. Sehingga sisa 3 botol ketika kami tangkap,” ungkap Gastimur.

Usut punya usut, ternyata Eko baru 2 bulan menjadi bandar pil koplo. Sebelum itu, tersangka merupakan jaringan pengedar sabu di Mojokerto. Menurut Gastimur, tersangka mendapatkan keuntungan Rp 5.000/10 butir pil dobel L.

“Bukan hanya kalangan pelajar, tapi semua kalangan masyarakat menjadi sasaran peredaran pil dobel L. Bisa jadi kareja harganya terjangkau, hanya Rp 30.000 per 10 butir,” cetusnya.

Kini, Rahmad dan Eko harus mendekam di Rutan Polres Mojokerto. Rahmad dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan Eko dikenakan pasal 435 junto pasal 138 ayat (2) atau pasal 436 ayat (2) UU RI nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

Sementara itu, Rahmad mengaku baru 2 kali mendapatkan kiriman sabu dari Seger seharga Rp 600.000/gram. Ia lantas menjual kembali narkotika golongan I itu ke para pengedar di Mojokerto, Pasuruan dan Sidoarjo seharga Rp 900.000/gram.

“Biasanya saya jual Rp 900.000, dapat harga Rp 600.000 dari Seger, kurang tahu dia orang mana,” tandasnya.

Total barang bukti sabu dan pil koplo yang disita polisi dari kedua bandar mencapai Rp 372.276.000. Terdiri dari 403,64 gram sabu senilai Rp 363.276.000 dan 3.000 butir pil koplo senilai Rp 9 juta.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments