Friday, June 21, 2024
HomeBerita NasionalTanda Tanya Hakim Soal Cucu Syahrul Yasin Limpo Usaha Tambang Tapi Honorer...

Tanda Tanya Hakim Soal Cucu Syahrul Yasin Limpo Usaha Tambang Tapi Honorer di Kementan

Media Indo Pos,Jakarta – Anggota DPR yang juga anak mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Indira Chunda Thita, mengatakan anaknya, Andi Tenri Bilang Radisyah atau Bibi, punya usaha di bidang pertambangan. Keterangan itu membuat hakim bertanya-tanya karena Bibi juga menerima gaji sebagai honorer Kementan era SYL.

Keterangan soal cucu SYL mendapat gaji dari Kementan itu disampaikan oleh Protokol Menteri Pertanian era SYL, Rininta Octarini, saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus gratifikasi dan pemerasan pada Rabu (22/5/2024). Saat itu, Rini mengungkap aliran uang ke cucu SYL.

Rini mengatakan Bibi menerima honor sejak 2022 dengan jabatan Tenaga Ahli Sekjen di Bidang Hukum Kementan. Dia mengatakan honor pertama Tenri senilai Rp 4 juta.

“Diinfokan dari Pak Agung Biro Hukum kalau ada transaksi honor untuk Bibi (Tenri),” jawab Rini.

“Sejak kapan itu dia terima honor itu?” tanya jaksa.

“Saya lupa sejak kapan terima honornya. Tapi, kalau saya tidak salah ingat, Bibi jadi Tenaga Ahli Sekjen di Bidang Hukum itu sejak tahun 2022,” jawab Rini.

“Berapa honornya pertama kali?” tanya jaksa.

“Pertama kali kalau tidak salah Rp 4 juta,” jawab Rini.

Rini menyebutkan honor untuk Bibi naik menjadi Rp 10 juta di Kementan. Jaksa pun bertanya soal penambahan honor Bibi dari Rp 4 juta menjadi Rp 10 juta itu. Rini mengaku hanya diminta menginfokan ke Bibi terkait uang tambahan Rp 6 juta tersebut.

“Izin menjelaskan, Yang Mulia, ketika itu Pak Agung menghubungi saya ada transferan usulan dari Biro Hukum ke Bibi dan saya diminta untuk menginfokan ke Bibi kalau ada tambahan Rp 6 juta,” jawab Rini.

Rini pun menyebut kalau kenaikan honor cucu SYL itu merupakan permintaan SYL. Dia menyebut permintaan itu disampaikan melalui Panji Hartanto selaku ajudan SYL saat itu.

“Pimpinan yang dimaksud minta naik dari Rp 4 juta ke Rp 10 juta itu Biro Hukum atau saksi mendengar langsung siapa itu pimpinan maksudnya yang, apakah membawa nama Pak Menteri yang minta waktu itu?” tanya jaksa.

“Seingat saya waktu itu Mas Panji menyampaikan ada permintaan Pak Menteri bahwa ada kekurangan honor dari Bibi,” jawab Rini.

“Itulah yang dari Rp 4 (juta) akhirnya menjadi Rp 10 (juta) tiap bulan itu?” tanya jaksa.

“Iya betul,” jawab Rini.

Bibi juga telah diperiksa sebagai saksi di persidangan. Dia mengklaim hanya diminta magang di Kementan oleh kakeknya, SYL. “Saya tidak pernah bermohon, Yang Mulia, tapi saya pernah diminta kakek saya untuk magang,” ujar Bibi.

“Itu diminta?” tanya hakim.

“Diminta, Yang Mulia,” jawab Bibi.

Dia juga menjelaskan soal gaji yang diterimanya dari Kementan. Dia juga mengatakan dirinya tidak setiap hari ke kantor meski gaji Rp 10 juta sebagai tenaga ahli Kementan masuk setiap bulan ke rekeningnya.

“Masuk setiap hari atau?” tanya hakim.

“Tidak setiap hari, Yang Mulia,” jawab Tenri.

“Tapi menerima gaji per bulan? Rutin ya sejak terima SK?” tanya hakim.

“Ada yang skip juga, Yang Mulia, ada yang terlewat juga sepertinya,” jawab Tenri.

Keterangan Anak SYL Bikin Hakim Bertanya-tanya
Terbaru, giliran Thita yang bersaksi di sidang SYL. Thita mengatakan anaknya, Bibi, punya usaha pertambangan bersama teman-temannya.

Hakim anggota, Ida Ayu Mustikawati, awalnya menanyakan soal penukaran uang dolar yang dilakukan Bibi. Thita mengaku mengetahui aktivitas penukaran uang tersebut.

“Tahu tidak itu uang dari mana? Saudara tahu kan?” tanya hakim ke Thita yang menjadi saksi di sidang kasus korupsi dengan terdakwa SYL, Sekjen Kementan nonaktif Kasdi dan Direktur Kementan nonaktif M Hatta di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2024).

“Tahu,” jawab Thita.

“Karena Saudara sendiri menanyakan kenapa Bibi selalu menukar-nukar uang dolar terus?” tanya hakim.

“Karena Bibah yang bilang, ‘Saya habis menukarkan uang buat Bibi, Bu’,” jawab Thita.

Thita mengatakan uang dolar itu merupakan uang pribadi Bibi. Dia mengatakan Bibi memiliki usaha pertambangan.

“Saudara tahu itu uang dari mana?” tanya hakim.

“Uang Bibi,” jawab Thita.

“Bibi bekerja sebagai apa?” tanya hakim.

“Bibi ada usaha sama teman-temannya,” jawab Thita.

“Usaha apa?” tanya hakim.

“Usaha ada kumpul di pertambangan,” jawab Thita.

“Pertambangan. Saudara tahu itu?” tanya hakim.

“Saya hanya dengar dari anak saya,” jawab Thita.

Hakim pun bertanya apakah Thita tahu jika Bibi menjadi honorer dan menerima gaji dari Kementan. Thita mengaku hanya mengetahui jika Bibi magang di Kementan.

“Saudara tahu tidak Bibi juga sebagai tercatat sebagai honorer di Kementan?” tanya hakim.

“Waktu itu sedengar saya, Bibi mengatakan, kakeknya minta untuk menjadikannya salah satu yang bekerja sebagai magang di Kementan,” jawab Thita.

Hakim pun bertanya-tanya mengapa Bibi mau menerima upah dari Kementan padahal disebut punya usaha pertambangan. Thita pun tak menjawab dengan lugas.

“Tahu kalau Bibi juga dibayar honornya?” tanya hakim.

“Saya tidak tahu,” jawab Thita.

“Kalau dia seorang pengusaha, kok mau bekerja dengan honor yang tidak sebanding? Itu usahanya sudah berapa lama?” tanya hakim.

“Saya tidak…,” jawab Thita.

“Tidak tahu?” timpal hakim.

“Siap,” jawab Thita.

Diketahui, SYL didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar. Dia didakwa bersama dua eks anak buahnya, yakni Sekjen Kementan nonaktif Kasdi dan Direktur Kementan nonaktif M Hatta. Kasdi dan Hatta diadili dalam berkas perkara terpisah.

Para pejabat Kementan yang menjadi saksi mengaku harus patungan untuk memenuhi berbagai kebutuhan SYL lainnya. Kebutuhan itu antara lain, sewa jet pribadi, umroh, perjalanan ke Brasil dan Amerika Serikat, membeli sapi kurban, skincare anak dan cucu, hingga renovasi kamar anak.

Selain patungan, pejabat di Kementan juga membuat perjalanan dinas fiktif. Uang dari perjalanan dinas fiktif itu dicairkan dan digunakan untuk memenuhi berbagai permintaan SYL.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments