Wednesday, June 19, 2024
HomeBerita NasionalHeru Budi Soal Denda Rp 50 Juta Jentik Nyamuk: Hanya Imbauan

Heru Budi Soal Denda Rp 50 Juta Jentik Nyamuk: Hanya Imbauan

Media Indo Pos,Jakarta – Penjabat (Pj) Gubenur DKI Jakarta Heru Budi merespons aturan dari Satpol PP Jakarta Timur (Jaktim) yang menyiapkan sanksi denda maksimal sebesar Rp 50 juta jika ditemukan jentik nyamuk Aedes aegypti di tempat warga. Heru Budi mengatakan aturan itu masih bersifat imbauan.

“Itu kan di aturan, itu hanya imbauan supaya masyarakat juga peduli terhadap mengatasi demam berdarah. Kan kewajiban seorang warga negara di lingkungan rumahnya masing-masing harus sehat,” kata Heru Budi usai menghadiri acara ‘Puncak Selebrasi Jakarta Berjaga’, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (9/6/2024).

Heru membuka kemungkinan denda tak akan diberikan mengingat pihaknya menyiapkan teguran terlebih dahulu. Ia menegaskan bahwa aturan itu bersifat imbauan.

“Sudah, saya sudah jelasin nggak lah. Itu kan di akhir (penerapannya), diusahakan tidak. Ya imbauan,” kata dia.

Heru Budi mengatakan jika aturan itu berlaku di seluruh wilayah Jakarta. Adapun tujuannya, kata dia, untuk mengurangi tingkat penyakit DBD di masyarakat. “Seluruh Jakarta, kan kewajiban warga negara untuk bisa sama-sama menurunkan DBD ya,” ungkapnya.

Diketahui, pemberlakuan sanksi denda ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2007 tentang pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD) Pasal 21 ayat (1).

Aturan tersebut mengatakan ‘barang siapa yang di tempat tinggalnya ditemukan jentik nyamuk Aedes aegypti atau jentik nyamuk Aedes albopictus dapat dikenakan sanksi denda paling banyak Rp 50 juta atau kurungan paling lama dua bulan’.

Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian, menyebut pemberlakuan perda itu menyasar warga, tempat usaha, perkantoran, sekolah, tempat ibadah, hingga rumah sakit. Proses penegakan perda ini melalui dua mekanisme, pertama melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) rutin dilakukan kader juru pemantau jentik (Jumantik) pada Selasa dan Jumat.

“Karena memang pelaksanaan PSN dan penyampaian teguran itu bersamaan, sama-sama diperiksa keberadaan nyamuknya. Dan si penanggung jawab rumah, kantor, itu diperlihatkan kalau emang ada,” kata Budhy kepada awak media, Rabu (5/6/2024).

“Baru kemudian dilakukan berita acara pemeriksaan lapangan, bahwa telah ditemukan, lalu disusul dengan surat peringatan tertulis untuk segera membersihkan dan mengingatkan untuk memberantas sarang nyamuk seminggu dua kali,” sambungnya.

Sebelum denda diberikan, akan ada surat peringatan terlebih dahulu. Jika SP 1 sudah diberikan namun masih ditemukan jentik nyamuk Aedes aegypti, Satpol PP Jakarta Timur akan melayangkan SP 2 kepada pemilik tempat.

Bila setelah SP 2 kembali ditemukan ada jentik nyamuk Aedes aegypti barulah Satpol PP Jakarta Timur melakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring) terhadap pihak yang melanggar dengan maksimal denda Rp 50 juta.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments