Sunday, July 14, 2024
HomeBerita NasionalMensos Risma Lepas Pasung 2 ODGJ di Barito Kuala

Mensos Risma Lepas Pasung 2 ODGJ di Barito Kuala

Media Indo Pos,Barito Kuala – Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) melepas pasung dua orang dengan status orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Keduanya langsung dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ) setelah pasung dilepas.

Risma melepas pasung warga Sungai Lirik bernama Hadijah (51) serta warga Marambai, Kabupaten Barito Kuala, dan menjemputnya untuk dibawa ke RSJ. Risma mengatakan, dari tiga ODGJ, masih ada satu yang belum dilepas pasungnya.

“Hari ini dua (lepas pasung), insyaallah satu lagi, masih belum,” kata Risma kepada wartawan di Marambai, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, Rabu (12/6/2024).

Risma mengatakan sebagian ODGJ yang ditemui tidak terlalu berat kondisinya. Namun ODGJ perlu diobati dan dibawa ke RSJ untuk penyembuhan.

“Yang saya temui mungkin sebagian tidak terlalu berat memang. Tapi tetap yang namanya sakit harus berobat meskipun kita hanya sakit perut gitu kan, kita harus berikan, nah ini sama,” jelasnya.

“Jadi kita bawa dulu ke RSJ. Setelah itu, kalau sudah clear, nanti terserah keluarganya. Tapi, yang jelas, puskesmas sudah tahu. Nanti bisa diberikan obat satu bulan sekali di puskesmas. Sebetulnya, kalau rutin, itu nggak ada masalah sebetulnya,” tambahnya.

Risma Minta Warga Tak Pasung ODGJ
Sebelumnya, Menteri Sosial Risma meminta warga Kabupaten Barito Kuala tidak memasung anggota keluarga dengan status orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia meminta keluarga agar segera membawa ODGJ ke rumah sakit.

Hal itu diutarakan Risma saat memberikan bakti sosial di kantor Bupati Barito Kuala, Kalsel, Rabu (12/6). Dalam sambutannya, Risma memberikan alasannya datang ke Kabupaten Barito Kuala adalah beberapa warga kawasan tersebut terkena penyakit kusta dan ODGJ.

“Pertama, saya awalnya memang melihat ada beberapa saudara kita terkena penyakit kusta. Kenapa saya datang ke sini, setelah scanning lengkap, ada juga yang disabilitas mental atau ODGJ atau banyak juga hari ini kita akan operasi 320 warga yang terkena katarak,” kata Risma.

Risma meminta, apabila ada warga yang sakit ODGJ, agar tidak dipasung. Ia mengatakan ODGJ dapat diobati, tapi harus rutin disuntik satu bulan sekali.

“Yang ingin saya sampaikan. Pertama, kalau ada yang sakit disabilitas mental atau ODGJ, itu ndak boleh dipasung. Itu bisa diobati. Jadi sekarang sudah ada obat yang dia tiap bulan itu disuntik, kemudian bulan berikut disuntik lagi, jadi hanya tiap bulan. Kalau dulu setiap hari minum obat, sekarang tidak perlu, cukup satu bulan sekali itu bisa diobati,” jelasnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments