Sunday, July 14, 2024
HomeBerita NasionalStafsus Erick Soal Komut Baru Pertamina: Jangan Curiga Dulu

Stafsus Erick Soal Komut Baru Pertamina: Jangan Curiga Dulu

Media Indo Pos,Jakarta – Staff Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga meminta masyarakat untuk tidak curiga terlebih dahulu terhadap penunjukan Simon Aloysius Mantiri sebagai Komisaris Utama dan Condro Kirono sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

Arya mengatakan setiap penunjukan dewan komisaris ataupun direksi di perusahaan pelat seperti Pertamina dilakukan setelah melalui berbagai macam proses seleksi hingga fit and proper test. Karenanya masyarakat tidak perlu merasa khawatir jika penunjukan ini memiliki tujuan seperti balas jasa atau kepentingan internal lainnya.

Menurutnya kondisi ini sama seperti saat Kementerian BUMN pertama kali menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina pada 2019. Saat itu banyak pihak yang mempertanyakan keputusan Kementerian BUMN Erick Thohir, namun terbukti Ahok bisa menjalankan tugasnya sebagai komisaris dengan baik.

“Di Pertamina, Pak Ahok udah mundur ya kan? jadi dulu pun pernah waktu pak Ahok diangkat jadi komut pada ribut. Kita nggak, kita tegas kok, ngotot, dan terbukti juga beliau keras di Pertamina, semua ngakuin kok,” kata Arya kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (12/6/2024).

“Artinya jangan curiga-curiga dulu lah, dibilang ‘wah ini balas jasa terhadap Ahok’ dulu itu, eh tanya aja orang Pertamina gimana pengawasannya. Ya makanya dibutuhkan, karena ini pengawasan, bukan teknis operasional,” tambahnya lagi.

Sedangkan untuk pengangkatan Condro Kirono sebagai Komisaris Independen Pertamina, Arya mengatakan yang bersangkutan merupakan mantan anggota Kepolisian yang dinilai memiliki banyak pengalaman di bidang pengawasan hukum.

Karena pengalamannya sebagai anggota polisi inilah Condro dinilai sebagai sosok yang tepat untuk mengawasi proses operasional Pertamina agar tetap sejalan dengan hukum-hukum yang ada. Baik dari segi hukum tingkat undang-undang sampai tingkat keputusan menteri terkait.

“Kebijakan di Pertamina kan memang kita butuhkan juga dari orang yang punya pengalaman dari Kepolisian,” ucap Arya.

“Kita mau jaga BUMN-nya (Pertamina) dari sisi kepatuhan hukumnya, mereka itu (dewan komisaris) ngawasin loh, mereka itu nggak operasional, ngawasin, pengawasan. Fungsi Komisaris kan pengawasan,” jelasnya lagi.

Oleh sebab itu menurutnya pengangkatan mantan anggota Polisi/TNI sebagai salah satu Komisaris BUMN merupakan hal yang lumrah. Terlebih mengingat bagaimana para mantan anggota ini memiliki pengalaman yang cukup baik dalam hal pengawasan di bidang hukum.

“Banyak kok dan itu sejak dalam dulu ya, dimana-mana BUMN itu pasti ada polisi, ada tentara, ada mantan polisi, mantan tentara, mantan jaksa, pasti ada,” pungkasnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments