Sunday, July 21, 2024
HomeBerita JatimFakta Pencari Besi Tua Langgar Janji Berujung Tewas Tertimpa Kontainer

Fakta Pencari Besi Tua Langgar Janji Berujung Tewas Tertimpa Kontainer

Media Indo Pos,Surabaya – Insiden tragis menimpa 16 pencari besi tua asal Gresik. Belasan orang itu tertimpa rumah kontainer milik Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) di Perairan Klampis, Bangkalan, Madura.

Dari 16 orang yang mengalami kecelakaan itu, sebanyak 8 orang dipastikan selamat. Sedangkan satu orang ditemukan meninggal dan tujuh lainnya masih hilang. Saat ini, proses pencarian tujuh orang tersebut masih terus dilakukan. Berikut 5 Fakta Pencari Besi Tua Langgar Janji Berujung Tewas Tertimpa Rumah Kontainer:

1. Awal Mula Insiden
Peristiwa ini bermula pada Senin (10/6/2024) saat dua perahu berlayar menuju ke Perairan Klampis, Madura untuk mencari besi tua. Pada Selasa (11/6/2024) malam sekitar pukul 23.00 WIB, kedua perahu itu berlindung di area PHE WMO karena cuaca buruk.

Mereka berlindung tepat di bawah bangunan rumah kontainer. Nahas, rumah kontainer itu tiba-tiba ambruk menimpa kedua kapal tersebut.

2. Dua Korban Pernah Naik ke Rig
Seorang warga yang menjadi waker atau penjaga rig anggota Community Based Security PHE WMO bernama Rahmad Mubaroq mengatakan, 2 orang korban yang belum ditemukan saat ini pernah dia bawa ke Polsek Sepulu, Bangkalan.

Mubaroq menceritakan, dia menjumpai kedua nelayan asal Gresik itu pada Sabtu (8/6) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Dua nelayan yang mengenalkan diri bernama Khotib dan Gopek itu terlihat mondar-mandir naik ke Rig Taurus atau anjungan Kodeco Energy (KE 2).

“Saya melihat mereka dari jarak sekitar 500 meter, karena curiga dan khawatir keselamatan mereka, saya mendekat dan merayu agar mereka mau turun dari atas rig,” katanya saat dihubungi, Kamis (13/6/2024).

3. Korban Sudah Berjanji Tak Ulangi Perbuatannya
Saat itu kedua nelayan itu datang ke rig bersama 2 orang rekannya bernama Iqbal dan Koko naik 1 perahu. Setelah keempatnya turun dari rig, Mubaroq membawa mereka ke Polsek Sepulu untuk diperiksa. Ini karena rig tersebut termasuk objek vital nasional.

“Setelah dilakukan pemeriksaan mereka berjanji tidak akan mendekati lagi rig Taurus. Perjanjian itu di atas materai, saya juga ikut tanda tangan karena menjadi pelapor,” kata Mubaroq.

4. Ngaku Memancing
Dalam proses pemeriksaan itu keempatnya mengaku sebagai warga Bangkalan. Namun mereka tidak membawa KTP. Setelah didesak untuk menyampaikan yang sebenarnya, mereka akhirnya mengaku sebagai warga Gresik.

“Alasannya waktu itu hanya memancing. Mereka juga mengaku warga Bangkalan. Ternyata mereka semua warga Gresik,” ujar Mubaroq.

Lantaran tidak ada barang yang diambil di wilayah laut yang menjadi yuridiksi Satpolair, keempat orang itu lantas dilepas usai berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan mereka mendekat Rig Taurus.

Tidak hanya sekali itu saja, Mubaroq mengaku bahwa sebelum Sabtu, 8 Juni 2024 itu dia juga sempat menjumpai nelayan yang sama mendekati rig dan mondar-mandir di sana. Dia juga sempat menegur mereka.

5. Polisi Tegaskan Bukan Nelayan
Kasatpolair Polres Bangkalan Iptu Muarib mengatakan, belasan orang itu bukan nelayan. Mereka merupakan pencari besi tua dengan cara menyelam ke dasar laut atau membeli ke sejumlah kapal.

“Info yang kami peroleh mereka bukan nelayan tapi pencari besi tua,” ujarnya, Kamis (13/6/2024).

Dia juga mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mendalami kasus itu. Pihaknya juga turun langsung untuk melakukan pencarian sejumlah orang yang masih hilang.

“Kami saat ini masih lidik, nanti jika ada info lagi akan kami sampaikan,” pungkasnya.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments