Sunday, July 21, 2024
HomeBerita NasionalKPK: Tak Ada Kesalahan Administrasi Terkait Penyitaan Ponsel Staf Hasto

KPK: Tak Ada Kesalahan Administrasi Terkait Penyitaan Ponsel Staf Hasto

Media Indo Pos,Jakarta – KPK menjelaskan runutan proses penyitaan ponsel milik staf Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, bernama Kusnadi. KPK membantah adanya kesalahan administrasi dari proses tersebut.

Penyitaan ponsel Kusnadi terjadi saat penyidik KPK melakukan pemeriksaan kepada Hasto pada Senin (10/6). Dalam proses penyitaan tersebut penyidik KPK sudah menyiapkan administrasi berita acara penyitaan.

“Senin, 10 Juni 2024, penyidik membuat administrasi lengkap baik BA Sita dan tanda terima dan sudah ditanda tangani oleh penyidik maupun saksi. Jadi tidak ada kesalahan administrasi dalam proses penyitaan dimaksud,” kata Jubir KPK Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan, Kamis (20/6/2024).

Tessa mengatakan setelah penyitaan selesai, Kusnadi justru membawa dokumen tanda terima yang masih berbentuk koreksian. Sementara tanda terima final yang sudah ditandatangani oleh Kusnadi dan penyidik tidak dibawa.

“Pada saat penyidik mau memberikan tanda terima yang final, saksi sudah terlanjur keluar dan mendampingi doorstop HK dengan jurnalis. Sehingga niat itu diurungkan dan akan dilakukan pada jadwal pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi,” ujar Tessa.

Tessa menjelaskan tiap penyitaan yang dilakukan penyidik KPK juga selalu dilaporkan kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Dia menyebut Kusnadi juga telah menerima surat tanda terima penyitaan pada saat diperiksa sebagai saksi hari Rabu (19/6).

“Bahwa pada tanggal 19 Juni 2024 selain dilakukan pemeriksaan sebagai saksi, juga diserahkan tanda terima final, yang salah dibawa oleh saksi Kusnadi. Dan yang bersangkutan telah menerima tanda terima dimaksud,” jelas Tessa.

Penyitaan ponsel milik Kusnadi ini diprotes keras oleh tim kuasa hukumnya hingga melaporkan penyidik KPK ke Dewas KPK. Tim pengacara menyoroti surat perintah penyitaan yang dikeluarkan KPK saat menyita barang milik Hasto dan Kusnadi.

“Dan juga pun kami melihat bahwa ada surat penyitaan itu yang di tanggal 23 April. Di sini kan terjadi namanya menurut saya pelanggaran terhadap proses surat penyitaan tersebut kan dan ini menjadi pertanyaan ya,” ujar pengacara Kusnadi, Ronny Talapessy, di Gedung ACLC KPK, Senin (10/6).

“(Surat tertanggal) 24 April 2024 itu dilakukan oleh penyidik Rosa Purbo Bekti,” sambungnya.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments