Monday, July 22, 2024
HomeBerita NasionalOrang di RI Buang Makanan Hampir 50 Juta Ton

Orang di RI Buang Makanan Hampir 50 Juta Ton

Media Indo Pos,Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan betapa besarnya pemborosan makanan di Indonesia. Makanan yang berlebih akhirnya tidak dimakan dan berujung menjadi sampah. Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo mengatakan angka food loss and waste Indonesia selama 2000-2019 hampir 50 juta ton sampah makanan dan menyebabkan kerugian ekonomi ratusan triliun rupiah.

“Angka food loss and waste Indonesia antara tahun 2000-2019 itu mencapai 23-48 juta ton dan menyebabkan kerugian ekonomi kurang lebih Rp 551 triliun atau setara dengan 4-5% PDB Indonesia,” kata Nyoto dalam acara Green Economy Expo di Jakarta Convention Center, Jumat (5/7/2024).

Banyaknya sampah makanan terjadi saat masyarakat Indonesia sendiri masih ada yang kekurangan pangan. Menurut laporan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2023, terdapat 68 kabupaten/kota yang rentan alami rawan pangan.

Dengan jumlah makanan yang terbuang dan menjadi sampah itu, menurut Nyoto, bisa memberikan makan hingga ke 125 juta orang atau 47% dari masyarakat Indonesia. “Dengan nominal sebesar itu, kita sebenarnya mampu memberikan makan sekitar 61-125 juta orang atau 29-47% dari masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Oleh karena itu, Bapanas telah menggelar gerakan Selamatkan Pangan dengan membuat platform dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan penyedia makanan, food hub, serta penerima manfaat. Kemudian difasilitasi kendaraan logistik pangan untuk mendistribusikan makanan berlebih dari pendonor ke penerima.

Dari Desember 2022 sampai Juli 2024, pendistribusian pangan berlebih dari pendonor ke penerima manfaat khusus di Jabodetabek telah mencapai 65 ton. Tantangan ke depan adalah meningkatkan volume dan replikasi di daerah lain agar dapat memperluas jangkauan program ini.

Bapanas juga mendorong gerakan nasional yang disebut ‘Stop Boros Pangan dan Belanja Bijak’ untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang food loss and waste. Pasalnya kondisi ini dinilai menjadi tantangan besar dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Gerakan ini antara lain untuk meningkatkan kesadaran sosial melalui promosi, sosialisasi dan iklan bagi masyarakat terkait pencegahan dan pengurangan limbah makanan di Indonesia,” tutur Nyoto.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments