Monday, July 15, 2024
HomeInternationalWorldPenasihat Khusus Presiden Suriah Meninggal Dunia Usai Alami Kecelakaan Mobil

Penasihat Khusus Presiden Suriah Meninggal Dunia Usai Alami Kecelakaan Mobil

Media Indo Pos,Damaskus – Salah satu penasihat Presiden Suriah Bashar al-Assad meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan mobil parah. Penasihat khusus kepresidenan Damaskus itu mengalami pendarahan otak dan sempat dirawat selama tiga hari di rumah sakit sebelum kehilangan nyawanya.

Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (6/7/2024), kabar meninggalnya seorang penasihat media untuk Presiden Assad yang bernama Luna al-Shibl itu diumumkan oleh kantor kepresidenan Suriah pada Jumat (5/7) waktu setempat.

“Kepresidenan Republik Arab Suriah berduka atas meninggalnya penasihat Luna al-Shibl, yang meninggal hari ini setelah kecelakaan mobil yang serius,” demikian pernyataan kantor kepresidenan Suriah.

“Dia menjabat dalam beberapa tahun terakhir sebagai direktur kantor politik dan media untuk kepresidenan dan kemudian sebagai penasihat khusus kepresidenan,” imbuh pernyataan tersebut.

Laporan media pemerintah Suriah menyebut al-Shibl mengalami “pendarahan otak” yang memerlukan operasi darurat setelah mobil yang dikendarainya “tergelincir dari jalan raya”.

Wanita berusia 48 tahun ini mulai dikenal setelah berhenti dari karier jurnalisme bergengsi di lembaga penyiaran Al Jazeera, yang berbasis di Qatar, untuk menjadi penasihat media bagi Presiden Assad ketika Damaskus menindak para pengunjuk rasa damai tahun 2011 lalu, yang memicu konflik berkepanjangan.

Namun perannya berkembang jauh melampaui urusan komunikasi, di mana al-Shibl mendapatkan tempat di lingkaran dalam Presiden Assad dan mendampinginya dalam pertemuan-pertemuan tingkat tinggi di Suriah maupun dalam kunjungan langka ke luar negeri.

Sosok al-Shibl memainkan perang penting selama masa-masa paling intens dalam konflik sipil di Suriah, dan turut menjadi bagian dari delegasi yang akhirnya gagal dalam perundingan damai tahun 2014 lalu.

Namun laporan kelompok pemantau konflik Syrian Observatory for Human Rights, pada awal pekan ini, menyebut al-Shibl tidak lagi mendapat dukungan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir dan saudara laki-lakinya ditangkap otoritas intelijen Suriah.

Menurut laporan Syrian Observatory, saudara laki-laki al-Shibl ditangkap atas “tuduhan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang memusuhi Suriah” setelah Israel menyerang konsulat Iran di Damaskus pada April lalu.

Berbagai tuduhan, sebut Syrian Observatory, juga menghujani al-Shibl. “Ada peningkatan ketidakpuasan terhadap dirinya di dalam rezim. Tuduhan muncul bahwa dia membocorkan notulen pertemuan tertutup antara al-Assad dan para pejabat Iran,” sebut Direktur Syrian Observatory, Rami Abdulrahman.

Tahun 2020 lalu, Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanski kepada al-Shibl dan suaminya, Ammar Saati, dengan Departemen Keuangan AS pada saat itu menuduhnya “berperan dalam mengembangkan narasi palsu Assad soal dia mempertahankan kendali negara dan soal rakyat Suriah makmur di bawah kepemimpinannya”.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments