Sunday, July 14, 2024
HomeHukum & KriminalPolisi Panggil Terlapor Kasus Pencurian Data Pelamar Kerja Buat Pinjol

Polisi Panggil Terlapor Kasus Pencurian Data Pelamar Kerja Buat Pinjol

Media Indo Pos,Jakarta – Seorang wanita berinisial R dilaporkan terkait dugaan pencurian data para pelamar kerja di sebuah konter HP di Cililitan, Jakarta Timur. Dalam waktu dekat, polisi akan memanggil R untuk dimintai keterangan.

“Selanjutnya kami akan memeriksa terlapor dalam hal ini satu orang berinisial R tadi untuk diambil keterangannya sebagai saksi,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly saat dihubungi wartawan, Senin (8/7/2024).

Sebelumnya, R dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur dalam laporan bernomor LP/B/1735/VI/2024/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya, 5 Juni 2024. Dalam laporannya, warga melaporkan R yang awalnya menawarkan pekerjaan sebagai admin di konter HP di Cililitan.

“Si terlapor dalam hal ini Saudara R melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter HP. Dengan demikian dia mencari mangsa dengan catatan bahwa mangsa atau korban ini dapat memberikan identitas aslinya, berupa KTP dan membuat foto selfie dirinya,” ujar Nico.

R beralasan data tersebut diperlukan sebagai syarat untuk melamar sebagai admin. Dia juga menawarkan hadiah kepada pelamar kerja.

Kasus ini terungkap setelah para korban mendadak ditagih oleh pinjol. Usut punya usut, ternyata data diri mereka digunakan untuk meminjam pinjol setelah melamar pekerjaan di toko ponsel di Cililitan, Jaktim.

“Awalnya R (terlapor) menawarkan pekerjaan sebagai admin konter ponsel. Selanjutnya, para korban menyerahkan beberapa persyaratan seperti KTP berikut foto diri,” kata salah satu korban bernama Lutfi di Mapolres Metro Jakarta Timur, dilansir Antara, Jumat (5/7).

Kemudian, tanpa seizin dan sepengetahuan korban, ternyata terlapor R telah menginstal aplikasi tertentu di ponsel milik para korban. Akibat kejadian ini, total 26 korban mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar lebih.

“Tiba-tiba ada transaksi tagihan pinjaman dan kredit ‘online’ yakni seperti ShopeePay Later, Adakami, Home Kredit, Kredivo, Akulaku, dan lainnya. Sedangkan kami para korban tidak pernah mengajukan transaksi tersebut,” ucapnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments