Monday, July 22, 2024
HomeHukum & KriminalPolisi Usut Kasus Data Pelamar Kerja di Jakarta Timur Dipakai Pinjol

Polisi Usut Kasus Data Pelamar Kerja di Jakarta Timur Dipakai Pinjol

Media Indo Pos,Jakarta – Puluhan orang pelamar kerja diduga menjadi korban penipuan karyawan toko penjualan ponsel di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. Data diri para pelamar kerja dipakai untuk pinjol hingga kerugian sekitar Rp 1,1 miliar.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan kasus dilaporkan pada Juni 2024 yang lalu. Dari laporan yang ada, total ada 26 orang pelamar kerja yang menjadi korban.

“Kami telah memeriksa 6 orang saksi. Dalam hal ini adalah para korban dan kami akan memeriksa terus para saksi lainnya dan selanjutnya kami akan memeriksa terlapor dalam hal ini satu orang berinisial R tadi untuk diambil keterangan nya sebagai saksi,” kata Nicolas kepada wartawan, Senin (8/7/2024).

Kepada polisi, para korban menjelaskan mulanya diiming-imingi pekerjaan oleh terlapor. Namun saat itu korban diminta KTP hingga foto selfie bersama kartu identitasnya.

“Si terlapor dalam hal ini saudara R melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti Penyalur tenaga kerja di konter HP. dengan demikian dia mencari mangsa dengan catatan bahwa mangsa atau korban ini dapat memberikan identitas aslinya, berupa KTP dan membuat foto selfie dirinya,” ujarnya.

Diduga data diri korban digunakan untuk pinjaman online. Berdasarkan pengakuan korban, terlapor melakukan modus tipu-tipu nya tersebut seorang diri. Diketahui korban merugi hingga lebih dari Rp 1 miliar.

“Jadi dengan modus tersebut dia mendapatkan korban kurang lebih ada 26 orang, dan jumlah kerugian Rp 1 miliar lebih. Untuk sampai saat ini pemeriksaan kami terhadap para saksi yang ada, bahwa terlapor R ini melakukan seorang diri,” jelasnya.

Mendadak Ditagih Pinjol
Warga Ciracas, Jakarta Timur, bernama Muhammad Lutfi (31) menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh oknum karyawan toko penjualan ponsel di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. Lutfi mengaku data pribadinya dicuri untuk pinjaman online (pinjol).

Dilansir dari Antara, Minggu (7/7/2024), Lutfi menyebutkan ada 27 orang pelamar kerja yang menjadi korban penipuan pelaku berinisial R. Awalnya, kata dia, puluhan pelamar kerja itu dijanjikan pekerjaan dengan syarat menyerahkan KTP dan ponsel bersamaan dengan surat lamaran kepada R, selaku karyawan toko ponsel Wahana Store PCG sejak Mei 2024.

“Awalnya R (terlapor) menawarkan pekerjaan sebagai admin konter ponsel. Selanjutnya, para korban menyerahkan beberapa persyaratan seperti KTP berikut foto diri,” kata Lutfi di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (5/7).

Kemudian, tanpa seizin dan sepengetahuan korban, ternyata terlapor R telah menginstal aplikasi tertentu di ponsel milik para korban.

“Tiba-tiba ada transaksi tagihan pinjaman dan kredit ‘online’ yakni seperti ShopeePay Later, Adakami, Home Kredit, Kredivo, Akulaku, dan lainnya. Sedangkan kami para korban tidak pernah mengajukan transaksi tersebut,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut, para korban dirugikan dengan total keseluruhan tagihan sebesar Rp 1,1 miliar.

“Kami kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Timur. Kami juga menyerahkan kasus ini kepada kuasa hukum kami,” ujar Lutfi.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments