Sunday, July 21, 2024
HomeHukum & KriminalFakta-fakta 2 Tersangka Kebakaran Rumah Wartawan Karo

Fakta-fakta 2 Tersangka Kebakaran Rumah Wartawan Karo

Media Indo Pos,Jakarta – Polisi berhasil menangkap dua orang diduga pelaku pembakaran rumah wartawan bernama Sampurna Pasaribu dan menewaskan Sampurna beserta tiga anggota keluarganya di Karo, Sumatera Utara. Pelaku lain diusut polisi.

Kebakaran itu terjadi pukul 03.40 WIB, Kamis (27/6/2024). Wartawan Tribrata TV, Sampurna Pasaribu, bersama tiga anggota keluarganya tewas dalam rumahnya yang terbakar.

Mabes Polri memberikan asistensi ke Polda Sumut yang menangani kasus tersebut. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polda Sumut turun langsung melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan Dewan Pers dalam pengusutan kasus tersebut.

Hampir dua pekan setelah peristiwa kebakaran, dua orang diduga pelaku pembakaran ditangkap. Keduanya berinisial R dan Y.

“Kami tangkap Saudara R dan Saudara Y,” kata Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Effendi dalam konferensi pers di Karo, Sumut, Senin (8/7).

Dia mengatakan keduanya merupakan eksekutor. Agung mengatakan pergerakan keduanya juga terekam CCTV. Dia mengatakan keduanya sempat melakukan survei ke rumah korban. Mereka juga diduga menyiramkan bahan bakar untuk ke rumah korban.

“Survei, memastikan, dan mengeksekusi dengan membakar atau menyemprotkan dua botol ini ke rumah korban kemudian di membakar,” ucapnya.

Pelaku Datang Pakai Sebo dan Selimut
Polisi menemukan CCTV yang menunjukkan para pelaku mendatangi lokasi. Komjen Agung menyebut saat ini bukti-bukti yang didapat sedang ditelaah.

“Kita kemudian menganalisa banyak hal, mulai dari komunikasi yang ada di sekitar situ, kemudian juga kita mendapatkan CCTV yang menggambarkan kedatangan para pelaku. Dan kemudian meninggalkan lokasi TKP,” ujar Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Effendi dalam konferensi pers di Karo, Sumut, Senin (8/7).

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, salah satu pelaku datang ke lokasi menggunakan selimut. Adapun penjual bensin juga sudah dikantongi polisi.

“Kita menemukan faktanya bahwa pelaku yang menggunakan selimut di depan dadanya menggunakan sebo dan kemudian berjalan menuju lokasi kita temukan. Kita menemukan juga siapa penjual bensin, dibeli menggunakan botol air mineral. Dia mengatakan dan dia menyebutkan dengan pasti siapa yang beli dan harganya berapa, itu sudah kami pastikan,” imbuhnya.

Hasil analisis CCTV menunjukkan bahwa pada 27 Juni 2024, dimulai pukul 03.11 WIB hingga 03.18 WIB, ada pergerakan dua orang berboncengan mengendarai motor yang melintas ke arah rumah korban dan tidak lama setelah itu terlihat api dari arah rumah korban.

Kemudian, rute yang dilalui pelaku sebelum melakukan pembakaran, keluar dari posko salah satu organisasi kepemudaan melalui Gang Sempakata dan setelah melakukan pembakaran kembali ke posko melalui Gang Pendidikan.

Adapun dalam hasil penyelidikan sehari sebelumnya, tim menemukan bahwa sepeda motor dengan merek dan ciri-ciri sesuai dengan analisis CCTV ditemukan berada di posko salah satu organisasi kepemudaan yang terletak di Gang Pendidikan.

Lebih lanjut, Agung memastikan penyidikan dilakukan secara ilmiah, yakni melibatkan laboratorium forensik.

“Inilah bukti-bukti yang kita kelola melalui bagaimana bekerjanya secara ilmiah para penyidik-penyidik dan para pendukung penyidikan dari laboratorium forensik yang kemudian bukti-bukti ini valid sebagai fakta,” katanya.

Peran 2 Tersangka
Tersangka berinisial R dan Y itu diduga sebagai eksekutor. R berperan membeli bahan bakar berupa solar dan Pertalite seharga Rp 130 ribu. R juga yang mengemudikan sepeda motor menuju rumah Sampurna.

“Peran R adalah yang membeli minyak solar dan Pertalite dengan harga Rp 130 ribu serta sebagai pengemudi kendaraan sepeda motor yang digunakan untuk menuju dan meninggalkan TKP,” ujar Komjen Agung.

“Peran Y alias Selawang sebagai pelaku pembakaran rumah dengan cara menyiram rumah dengan menggunakan dua botol air mineral berisi solar dan Pertalite serta menyalakan api,” sambungnya.

Dia mengatakan keduanya menyiramkan bahan bakar ke rumah korban. Mereka diduga menyiramkan dua botol bahan bakar ke rumah korban. Agung mengatakan jajarannya telah mengecek titik abu di lokasi. Titik yang disiramkan bahan bakar itu berada di depan dan samping rumah korban.

Polisi Pakai Scientific Crime Investigation
Polisi terus memeriksa terkait pembakaran rumah yang menewaskan wartawan Tribrata TV, Sampurna Pasaribu, di Karo, Sumut. Pihak kepolisian menggunakan metode modern scientific crime investigation dalam kasus ini.

“Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggunakan metode modern scientific crime investigation (CSI) untuk mengungkap penyebab kebakaran,” ujar Komjen Agung.

Disebutkan bahwa metode ini mengedepankan prinsip objektivitas, jujur, dan akuntabilitas. Nantinya, hasil pemeriksaan forensik akan dijadikan alat bukti dalam persidangan.

Setelah melakukan pengumpulan informasi, perumusan hipotesis, bukti, dan analisis data, tahap akhir akan dilakukan penyimpulan. Penyimpulan ini nantinya akan dijadikan bukti berupa keterangan ahli.

“Tahap akhir dari metode ini adalah menyimpulkan. Prinsip-prinsip objektivitas, jujur, dan akuntabilitas dipedomani sehingga hasil dari pemeriksaan forensik akan dijadikan alat bukti dalam sidang pengadilan berupa keterangan ahli,” ujarnya.

Korban Luka Bakar Grade 6
Polisi mengungkapkan hasil autopsi dokter forensik terkait kasus pembakaran rumah yang menewaskan wartawan Tribrata TV, Sampurna Pasaribu. Polisi mengatakan penyebab kematian korban adalah luka bakar grade 6.

“Ditunjukkan bahwa penyebab kematian 4 jenazah adalah luka bakar grade 6,” ujar Komjen Agung.

Selain Sampurna Pasaribu, tiga anggota keluarganya dalam rumah yang terbakar ialah istrinya, Elfrida Boru Ginting (48); anaknya, Sudi Investasi Pasaribu (12); dan cucunya, Loin Situkur (3).

Korban masih dalam kondisi hidup saat kebakaran terjadi. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan adanya jelaga pada saluran pernapasan.

“Jenazah masih hidup saat terjadinya kebakaran dengan bukti jelaga pada saluran pernapasan,” tuturnya.

Selain itu, Agung mengatakan pada jenazah tidak bisa dilakukan cek narkoba lantaran kondisinya. Selain itu, dia menyebutkan tidak melakukan cek DNA karena identitas korban telah diketahui.

“Pada jenazah tidak dapat dilakukan cek narkoba karena bagian dalam tubuh jenazah sudah menyatu dan tidak ditemukan urine. Pelaksanaan cek DNA tidak dilakukan karena jenazah sudah dikenali,” ujarnya.

Pelaku Lain Diusut
Polisi memastikan pihaknya akan terus mengembangkan dugaan keterlibatan pelaku lain. Polisi mendalami alur komunikasi serta barang bukti yang disita. Komjen Agung menyebutkan pihaknya akan memeriksa saksi-saksi lain yang berkaitan dalam kasus ini.

“Polisi tidak berhenti dari kedua pelaku eksekutor dan kami mengembangkan terhadap dugaan keterlibatan pelaku lain,” katanya.

Polda Sumut juga telah mengantongi nama-nama yang berkaitan dengan kedua eksekutor tersebut. Agung tidak merinci identitas orang-orang yang berkaitan itu. Dia juga tidak menyebutkan apakah orang-orang yang terkait eksekutor ini dari sebuah lembaga.

“Terkait keterlibatan pihak mana saja, tentu kita harus kembali pada bukti-bukti apa yang kita miliki untuk tetapkan tersangka baru. Kami sudah mengantongi orang-orang yang kemudian bertindak untuk kemudian berhubungan dengan dua pelaku ini, mohon waktunya untuk kami konstruksikan,” ucapnya.

Lebih lanjut saat ditanya soal apakah kedua eksekutor itu mendapatkan bayaran atas perbuatannya, Agung mengatakan pihaknya saat ini masih mendalaminya.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments