Monday, July 22, 2024
HomeInternationalWorldJepang Terpanggang Gelombang Panas, 6 Orang Tewas

Jepang Terpanggang Gelombang Panas, 6 Orang Tewas

Media Indo Pos,Tokyo – Sedikitnya enam orang tewas akibat sengatan panas (heatstroke) di Tokyo saat wilayah Jepang diselimuti gelombang panas yang tergolong langka terjadi pada musim penghujan. Suhu udara di salah satu wilayah Jepang dilaporkan mencapai 40 derajat Celsius saat gelombang panas melanda.

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (9/7/2024), otoritas Jepang telah mengeluarkan banyak peringatan kesehatan untuk masyarakat sebagai upaya mengurangi insiden selama gelombang panas merajalela.

Sepanjang akhir pekan, wilayah Shizuoka menjadi wilayah pertama di Jepang yang mencatat suhu udara hingga 40 derajat Celsius tahun ini. Angka itu jauh melampaui ambang batas 35 derajat Celsius yang diklasifikasikan oleh pejabat cuaca setempat sebagai “sangat panas”.

Seorang pejabat badan cuaca, yang enggan disebut namanya, menyebut cuaca panas ekstrem di tengah musim penghujan di Jepang “agak jarang terjadi”. Dia menyebut cuaca ekstrem ini sebagian disebabkan oleh sistem tekanan tinggi yang kuat di Pasifik bagian selatan.

Suhu udara juga mencapai rekor tertinggi mendekati 40 derajat Celsius pada Senin (8/7) waktu setempat di pos pengamatan di Tokyo dan wilayah selatan Wakayama.

Beberapa hari terakhir, otoritas Jepang mengeluarkan serangkaian peringatan sengatan panas di sebagian besar wilayah negara tersebut, yang isinya mengimbau warga setempat untuk menghindari olahraga di luar ruangan dan menggunakan pendingin udara (AC).

Tokyo mencatat tiga kematian akibat sengatan panas atau heatstroke pada Sabtu (6/7) waktu setempat dan tiga kematian lainnya dilaporkan pada Senin (8/7) waktu setempat, dengan suhu di ibu kota Jepang itu tercatat mencapai 35 derajat Celsius pada tengah hari.

“Tanpa AC menyala, saya merasa sulit untuk bertahan hidup,” ucap salah satu warga Tokyo bernama Sumiko Yamamoto (75) saat berbicara kepada media.

Dia menuturkan bahwa dirinya merasa “cuaca semakin panas secara drastis” sejak tahun lalu.

“Melalui imbauan yang disampaikan melalui televisi, saya berusaha untuk tetap terhidrasi sebanyak mungkin. Karena saya sudah tua, saya berhati-hati agar tidak pingsan,” ujar Yamamoto.

Sengatan panas atau heatstroke secara khusus sangat mematikan di Jepang, yang memiliki mayoritas populasi tertua kedua di dunia setelah Monaco.

Usia Yamamoto menempatkannya dalam kelompok demografis, yang menurut para ahli kesehatan, ditandai sebagai kelompok yang rentan terhadap heatstroke, begitu juga dengan para bayi dan orang-orang yang tinggal sendirian atau yang terlalu miskin untuk membeli pendingin udara.

Asosiasi Pengobatan Akut Jepang, pada Senin (8/7) waktu setempat, memperingatkan peningkatan angka kematian akibat kelelahan karena panas ekstrem secara nasional, yang meningkat dari hanya ratusan kematian per tahun selama dua dekade menjadi sekitar 1.500 kematian sepanjang tahun 2022.

Banyaknya angka kematian, menurut Asosiasi Pengobatan Akut Jepang, menunjukkan bahwa sengatan panas kini memicu bahaya yang setara dengan “bencana alam besar”. Kelompok itu juga memperingatkan warga untuk tidak melakukan aktivitas-aktivitas di luar ruangan yang tidak penting.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments