Saturday, July 13, 2024
HomeBerita Nasional4 Fakta 1 Rumah di Gang Sempit Cimahi yang Dihuni 46 Orang

4 Fakta 1 Rumah di Gang Sempit Cimahi yang Dihuni 46 Orang

Media Indo Pos,Jakarta – Sebanyak 18 keluarga yang terdiri atas 46 orang tinggal dalam satu rumah di gang sempit Kampung Cisurupan, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Hal tersebut terungkap saat petugas melakukan pendataan pemilih.

Tercatat 34 orang masuk dalam daftar pemilih tetap Pilwalkot Cimahi 2024, sementara sisanya masih di bawah umur. Rumah berukuran 70 meter persegi ini dihuni keluarga besar Sri Aminah sejak 1982 dengan kondisi sangat memprihatinkan dan satu kamar mandi yang digunakan bergantian.

Dilansir dari detikJabar, Rabu (10/7/2024), berikut ini sejumlah fakta yang dihimpun terkait peristiwa tersebut.

1. Terungkap Oleh Petugas Pantarlih
Keberadaan rumah yang dihuni 18 kepala keluarga (KK) atau 46 jiwa dalam satu atap ini viral di media sosial setelah beredar video seorang petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) KPU Kota Cimahi melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di rumah tersebut. Dalam video, terlihat stiker tanda bukti coklit juga berderet tertempel di dinding rumah sederhana itu.

Hal itu dibenarkan oleh Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan KPU Kota Cimahi, Yosi Sundansyah. Ia menyebut bahwa saat itu Pantarlih didampingi pengurus RT memasang stiker tanda rumah tersebut telah didata untuk mendapatkan hak pilih.

“Hasil coklit oleh petugas, didapati satu rumah di Kelurahan Citeureup itu dihuni sampai 18 KK atau sekitar 46 jiwa,” kata Yosi saat dikonfirmasi, Senin (8/7/2024).

2. Rumah Berada di Gang Sempit
Rumah dengan luas sekitar 70 meter persegi ini disekat menjadi beberapa bagian untuk menampung setiap KK. Rumah ini hanya memiliki satu kamar mandi dan digunakan bergantian.

Posisi rumah itu juga berada di kawasan padat penduduk Kota Cimahi. Terselip di dalam gang sempit yang hanya bisa dilintasi dua motor, namun mesti berjalan bergantian dengan pejalan kaki.

Rumah itu milik keluarga Sri Aminah (64). Setelah viral, rumahnya kedatangan tamu dari Kelurahan, bhabinkamtibmas, babinsa, didampingi pengurus RT dan RW. Mereka hendak mengecek kondisi rumah yang sudah ditinggal keluarga itu sejak tahun 1982.

3. Kondisi Rumah Memprihatinkan
Rumah tersebut memiliki kondisi sanitasi yang mengkhawatirkan dengan hanya satu MCK yang tidak layak digunakan.

Kondisi memprihatinkan juga nampak dari kamar mandi yang Sri dan keluarga besarnya gunakan. Mereka bergantian menggunakan kamar mandi berukuran sekitar 1×1,5 meter yang ada di bagian belakang.

“Ya cuma segini adanya, terus buat air juga kan ibu ngambil dari MCK RW. Dulu ada aliran air ke rumah, tapi enggak sanggup bayar listriknya. Kalau mau pakai air di rumah enggak bisa, bau airnya,” tutur Sri Aminah, keluarga pemilik rumah.

4. Respons Pemerintah
Setelah video pendataan pemilih menjadi viral, rumah tersebut mendapatkan kunjungan dari petugas Kelurahan, bhabinkamtibmas, babinsa, serta pengurus RT dan RW untuk mengecek kondisinya. Lurah Citeureup, Rusli Sudarmadi mengatakan, saat ini jumlah penghuni rumah tersebut telah berkurang menjadi 14 KK atau 36 jiwa karena beberapa keluarga telah pindah.

“Sampai hari ini, yang tinggal di rumah itu ada 14 KK atau 36 jiwa. Ada 12 orang atau 4 KK yang mereka itu ngontrak rumah sendiri. Ada yang di Cipageran, di luar kota, tapi ada juga yang masih satu RT juga,” kata Rusli.

Rusli mengatakan keluarga tersebut merupakan kategori keluarga pra sejahtera yang mesti mendapatkan bantuan dari pemerintah.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments