Saturday, July 13, 2024
HomePolitikPSI Usul Keluarga Pelaku Tawuran Dicoret dari Bansos

PSI Usul Keluarga Pelaku Tawuran Dicoret dari Bansos

Media Indo Pos,Jakarta – PSI menilai langkah Pemprov DKI Jakarta yang akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) belum cukup efektif memberikan efek jera kepada pelaku tawuran. PSI mendorong para pelaku ditindak tegas demi menekan angka tawuran.

Hal tersebut menyusul aksi tawuran antarwarga yang kembali pecah di daerah yang ramai disebut Bassura, di Jalan Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim). Justin juga menyebutkan, dalam kurun 6 bulan terakhir, insiden tawuran di Jakarta Timur meningkat signifikan.

“Pencabutan KJP saja tidak cukup. Kita perlu tindakan hukum yang lebih tegas untuk menekan angka tawuran,” kata anggota DPRD DKI Jakarta dari F-PSI, Justin Adrian Untayana, kepada wartawan, Rabu (10/7/2024).

Justin mengusulkan agar cakupan pencabutan bantuan sosial (bansos) diperluas. Tidak hanya KJP, menurutnya, keluarga yang terdaftar satu kartu keluarga (KK) dengan pelaku tawuran juga bisa dicoret dari daftar penerima bansos dari Pemprov DKI, seperti Kartu Jakarta Lansia (KJL), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan berbagai bansos lain.

“Sanksi tegas ini diharapkan membuat pelaku tawuran berpikir dua kali sebelum terlibat dalam aksi kekerasan di Jakarta karena konsekuensinya tidak hanya kepada pelaku semata, tapi juga keluarganya, bahkan kalau perlu keluarga tersebut di-blacklist dari seluruh bentuk pengajuan bantuan,” ujarnya.

Justin menekankan pentingnya peran serta keluarga dan orang tua dalam memantau perilaku anggota keluarga mereka di dalam maupun luar rumah. Sebab, lanjutnya, peran keluarga terhadap perkembangan anak sangat besar.

“Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam tawuran karena keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan terdekat,” jelasnya.

Justin juga mendorong pihak kepolisian untuk lebih giat melakukan patroli di titik-titik rawan tawuran serta menindak tegas pelaku-pelaku tawuran. Menurutnya, penanganan tawuran tak cukup jika hanya sekadar didamaikan atau penyelesaian di atas meterai.

“Kita perlu pengawasan yang lebih intensif dari pihak kepolisian di area-area yang sering terjadi tawuran untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Justin mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendorong agar DPRD DKI Jakarta melakukan revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Revisi ini bertujuan mengatur aturan hukum yang lebih tegas terkait tindakan tawuran.

“Kami akan mendorong revisi Perda Ketertiban Umum agar bisa mengatur sanksi hukum yang lebih jelas dan tegas bagi pelaku tawuran,” jelas Justin.

“Kami berharap dengan tindakan tegas dan kerja sama dari berbagai pihak, kita dapat menekan angka tawuran di Jakarta dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kehidupan masyarakat yang beradab,” sambungnya.

Tawuran di Bassura Pecah Lagi
Seperti diketahui, aksi tawuran kembali pecah di Jalan Basuki Rahmat (Bassura), Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (9/7/2024) sore. Lalu lintas sempat macet lantaran aksi tawuran yang terjadi.

Dalam video yang beredar seperti dilihat, Selasa (9/7), terlihat warga terlibat tawuran di ruas jalan di sana. Mereka saling serang dengan menembakkan petasan ke pihak lawan. Lalu lintas pun tersendat imbas peristiwa yang terjadi.

“Iya (tawuran) antarwarga biasa. Tadi sore jam 5,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Ari Setyo Utomo saat dihubungi, Selasa (9/7).

Tawuran yang terjadi sempat membuat kemacetan arus lalu lintas. Para pelaku tawuran bubar setelah pasukan kepolisian dikerahkan ke lokasi.

Kasus tawuran di Bassura bukan pertama kali terjadi. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah sudah pernah memfasilitasi warga untuk membuat deklarasi damai, tapi aksi tawuran terus berulang.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments