Monday, July 22, 2024
HomeBerita NasionalKusnadi Staf Hasto Adukan Penyidik KPK AKBP Rossa ke Propam

Kusnadi Staf Hasto Adukan Penyidik KPK AKBP Rossa ke Propam

Media Indo Pos,Jakarta – Staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi, mengadukan penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti ke Propam Polri. Kusnadi menilai ada pelanggaran prosedur penyitaan ponsel yang dilakukan Rossa.

Pengaduan itu diterima dan teregister dengan nomor: SPSP2/003111/VII/2024/BAGYANDUAN tertanggal 11 Juli 2024.

“Saya selaku kuasa hukum Kusnadi hari ini melaporkan peristiwa terkait yang diduga peristiwa pidana yang terjadi pada tanggal 10 Juni 2024 di lantai 2 Gedung KPK dan peristiwa yang dialami Kusnadi juga pada tanggal 19 juni 2024 di lantai 2 Gedung KPK,” ujar pengacara Kusnadi, Petrus Selestinus, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2024).

“Ini ada aspek pelanggaran profesi. Bagaimana pun Rossa Purbo Bekti dan Priyatna ini adalah penyidik Polri yang ada di KPK,” tambah dia.

Petrus menjelaskan peristiwa pertama terjadi saat Sekjen PDIP Hasto diperiksa KPK terkait kasus Harun Masiku. Saat itu, Kusnadi mengaku dipanggil oleh AKBP Rossa untuk membawakan ponsel Hasto. Namun, kata dia, AKBP Rossa menggeledah barang-barang pribadi Kusnadi.

“Rossa meminta agar semua yang ada di dalam ransel dikeluarkan. Kusnadi keberatan, ‘Kok saya digeledah’. Dibalas ‘Diam kamu’. Dibentak begitu Kusnadi mulai ciut nyalinya. Dibiarkan digeledah, tanpa memperlihatkan surat penggeledahan, penyitaan, dan juga tanpa menjelaskan Kusnadi ini saksi apa tersangka,” kata Petrus.

Dia mengatakan peristiwa kedua terjadi saat Kusnadi dipanggil KPK terkait Harun Masiku. Kala itu, katanya, Kusnadi diminta menandatangani surat penerimaan barang bukti.

Petrus menyebut terdapat kesalahan dalam surat tersebut. Salah satunya, kata Petrus, ada perbedaan tanggal dan lokasi penerimaan barang bukti.

“Bisa saja ini kekeliruan administrasi, tetapi cara mengatasinya seperti tidak profesional sekali. Sehingga pada tanggal 19 Juni penyidik waktu memeriksa Kusnadi sebagai saksi disodorkanlah satu sebagai perbaikan tetapi tidak dibuat berita acara perbaikan,” ungkap dia.

“Sehingga kalau dalam hitung-hitungan tindak pidana ini bisa masuk juga dalam kategori memasukkan keterangan palsu atau membuat surat palsu di dalam tanda terima ini,” sambung Petrus.

Selain membuat laporan pengaduan, Petrus menyebut, pihaknya juga melayangkan permohonan ke Birowassidik proses yang tengah bergulir di KPK.

Laporan terhadap Rossa ke Propam ini menambah panas situasi PDIP dengan KPK. Sebelum ini, PDIP telah mengajukan gugatan terhadap KPK ke pengadilan, melaporkan AKBP Rossa ke Dewan Pengawas KPK hingga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Rossa menghadap dirinya.

KPK sendiri tak ambil pusing dengan langkah PDIP. Ketua sementara KPK Nawawi meminta para penyidik tetap bekerja seperti biasa.

Harun Masiku sendiri masih menjadi buron KPK. Mantan caleg PDIP ini merupakan tersangka kasus dugaan suap terhadap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Suap diduga diberikan agar Harun Masiku bisa menjadi anggota DPR RI lewat jalur pergantian antarwaktu (PAW). Wahyu telah diproses hukum dan menjalani hukumannya. Wahyu juga sudah bebas dari penjara, sementara Harun Masiku masih tak diketahui keberadaannya.(Red)

Sumber: detikcom

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments