Wednesday, April 24, 2024
HomeBerita NasionalKemenag: Jadikan Tri Dharma Inspirasi, Bukan Aspirasi

Kemenag: Jadikan Tri Dharma Inspirasi, Bukan Aspirasi

Media Indo Pos,Jakarta – Kementerian Agama menekankan misi suci semua Perguruan Tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) harus menjadi inspirasi Tri Dharma bukan aspirasi bagi sivitas akademika.

Sebab inspirasi Tri Dharma perguruan tinggi mampu melahirkan insan-insan terdidik dan berkeahlian, yang menjadi basis bagi ikhtiar membangun masyarakat beradab dan pilar utama upaya pencapaian kemajuan bangsa. Sebaliknya, misi suci Tri Dharma perguruan tinggi sebagai aspirasi berkecenderungan menumbuhkan primordialisme radikal, sesuatu yang sering menjadi ancaman bagi kebersamaan.

Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Syafi’i mengatakan inspirasi misi suci Tri Dharma perguruan tinggi dapat menjadikan dunia pendidikan sebagai the center of knowledge inquiries and technology innovations.

“Inspirasi tersebut bukan saja penting untuk memperkuat institusi perguruan tinggi sendiri sebagai pusat keunggulan dan penelitian, tetapi juga akan memberi kontribusi pada ikhtiar membangun peradaban umat manusia,” ujar Syafi’i.

Syafi’i menjelaskan, inspirasi tanggung jawab sosial PTK secara tersirat sangat ditekankan oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas saat Webinar Silaturahmi Nasional Lintas Agama ‘Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebinekaan’, pada akhir 2020 silam.

Saat itu, kata Syafi’i, Menag menegaskan dan mengajak masyarakat sivitas akademika di Tanah Air agar menjadikan PTK memiliki prinsip virtue dan courage. “Virtue itu kebajikan, tindakan yang benar, berdasarkan pikiran yang mencerahkan. Sedangkan courage itu karakter yang didorong oleh keberanian mengambil resiko,” ujar Syafi’i.

Inspirasi Pencerahan Keagamaan PTK
Syafi’fi menambahkan, Menag juga menegaskan PTK harus mampu mewujudkan pencerahan keagamaan kepada masyarakat sebagai bentuk inspirasi keagamaan perguruan tinggi yang berlandaskan Konstitusi Pancasila dan UUD Tahun 1945. Hal ini menurut Menag dapat dilakukan jika setiap sivitas akademika memiliki etika atau akhlak akademik yang baik.

Dua etika akademik yang dimaksud Menag itu, yakni selalu mengajak kepada kebaikan dan memiliki keluasan pandangan. Hal ini wajib dimiliki para warga akademik untuk dapat memberikan pandangan yang berimbang di masyarakat, khususnya terkait dengan masalah keagamaan.

“Tugas dari Perguruan Tinggi Keagamaan sebagai pencerah keagamaan bagi masyarakat dapat terwujud,” tambahnya.

Menurut Syafi’i, inspirasi pranata sosial PTK ditujukan untuk mengembalikan budaya akademik kampus yang berbasis pada religius-sosialis-demokratis sekaligus kompatibel dengan Pancasila dan tuntutan dan tuntunan ajaran Islam. Pada azas inspirasi pencerahan Keagamaan, PTK ditujukan untuk pembentukan insan kamil yang Pancasilais.

Lebih lanjut Syafi’i menegaskan, melalui inspirasi tanggung jawab, pranata sosial, dan pencerahan keagamaan menjadikan misi suci Tri Dharma PTK sebagai inspirasi bukan aspirasi. Dalam konteks ini, Surat Edaran (SE) Kemenag Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pengaturan Azan, dalam paradigma Tri Dharma Perguruan Tinggi, merupakan contoh konkrit inspirasi misi suci PTK.

“Aturan itu dalam paradigma pendidikan, tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan dari segi keilmiahan saja, bahkan juga dari sisi ke-Ilahi-an, PTK menjadikan inspirasi Islam dan Pancasilais yang rahmatan lil alamin,” pungkasnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments