Tuesday, May 21, 2024
HomeTeknologiMatahari Tepat di Atas Ka'bah 28 Mei, Saatnya Kalibrasi Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Ka’bah 28 Mei, Saatnya Kalibrasi Arah Kiblat

Media Indo Pos,Jakarta – Pusat Riset Antariksa-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap adanya fenomena Matahari tepat berada di atas Ka’bah pada 28 Mei 2022. Fenomena ini bisa dijadikan momentum mengatur arah kiblat.

Andi Pangerang, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, mengatakan, secara astronomis, fenomena ini terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama atau kecil selisihnya dengan lintang geografis Ka’bah.

Deklinasi itu, jelas Andi, terjadi lantaran sumbu rotasi Bumi mempunyai kemiringan 66 derajat terhadap bidang edar Bumi. Sehingga mengalami pergerakan semu tahunan yang bervariasi antara -23°26′ hingga +23°26′ terhadap khatulistiwa.

“Ketika deklinasi Matahari bernilai sama atau selisihnya kecil dengan lintang geografis pengamat, Matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat (atau zenit) saat tengah hari,” ujar Andi lewat siaran resmi BRIN.

Dia mengatakan fenomena Matahari tepat di atas Ka’bah ini juga dapat disebut sebagai Kulminasi Agung atau Great Culmination, jika dalam bahasa Arab yaitu Istiwa’ul A’zham.

Ka’bah adalah bangunan suci yang terletak di dalam kompleks Masjid Al-Haram, Mekkah, Arab Saudi. Ka’bah menjadi kiblat bagi seluruh umat muslim di dunia, sehingga di mana pun umat muslim berada akan menghadap ke satu tempat yang sama meskipun arahnya berbeda – beda.

Kalibrasi arah kiblat
Matahari di atas Ka’bah dapat digunakan mengecek dan meluruskan arah kiblat. Ini karena bayangan benda yang terbentuk akan mengarah ke Ka’bah saat Matahari berada di atasnya. “Dalam ilmu falak, Kulminasi Agung di Ka’bah atau Matahari di atas Ka’bah disebut juga sebagai Rashdul Qiblah yang bermakna ‘meluruskan kiblat’,” ujar Andi.

Dari perhitungan di Stellarium PC ver0.22 yang dilakukan Andi, Matahari akan mencapai nilai deklinasi +21°25′20,91″ pada 28 Mei 2022 pukul 03.12.58 Waktu Saudi (07.12.58 WIB) dan 15 Juli 2022 pukul 23.01.42 Waktu Saudi (16 Juli pukul 03.01.42 WIB).

Namun, Matahari masih di bawah ufuk sehingga tengah hari yang terdekat adalah pada 28 Mei 2022 pukul 12.17.59 Waktu Saudi (16.17.59 WIB / 17.17.59 WITA /18.17.59 WIT) dan 15 Mei 2022 pukul 12.26.42 Waktu Saudi (16.26.42 WIB / 17.26.42 WITA / 18.26.42 WIT).

Kedua tanggal dan waktu ini, disebut Andi dapat digunakan untuk mengecek kembali arah kiblat di tempat ibadah masing-masing. Ia menilai, kalibrasi arah kiblat memanfaatkan fenomena Matahari di atas Ka’bah terbilang mudah dan murah, dan hasilnya lebih akurat dibanding menggunakan kompas.

“Kompas dipengaruhi oleh medan magnet alami maupun buatan sehingga dapat memengaruhi keakuratan pengukuran,” ujarnya.

Berikut cara atur ulang posisi kiblat, memanfaatkan fenomena Matahari di atas Ka’bah:

  1. Tentukan tempat yang akan diatur arah kiblatnya, cari lokasi yang rata dan terkena cahaya Matahari
  2. Sediakan tongkat atau benda tegak tidak berongga seperti spidol, botol plastik, botol minum atau bisa juga menggunakan benang berbandul
  3. Siapkan jam yang sudah dikalibrasi sesuai rujukan BMKG di tautan ini.
  4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah, dan pastikan tongkat berdiri lurus 90 derajat, atau gantungkan benang berbandul di posisi yang rata
  5. Tunggu hingga waktu Kulminasi Agung Tiba, kemudian amati bayangan tongkat atau benang pada saat fenomena berlangsung
  6. Jika momentumnya sudah pas, tariklah garis lurus dengan pusat bayangan. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat di tempat tersebut.

Meski begitu, Andi menjelaskan tak semua masyarakat di Indonesia bisa mengkalibrasi arah kiblat pada momentum tersebut. Tercatat ada sembilan wilayah yang tidak bisa atur arah kiblat pada 28 Mei. Berikut wilayahnya:

  • Sebagian Provinsi Maluku mulai dari
  • Kabupaten Maluku Tengah
  • Kabupaten Seram Bagian Timur
  • Kabupaten Maluku Tenggara Barat (kini Kabupaten Kepulauan Tanimbar)
  • Kabupaten Maluku Tenggara (kini Kabupaten Kepulauan Kei)
  • Kota Tual, Kabupaten Maluku Barat Daya (minus Pulau Wetar) dan
  • Kabupaten Kepulauan Aru,
  • Provinsi Papua Barat
  • Provinsi Papua

Masyarakat yang berada wilayah di atas dapat meluruskan arah kiblat ketika Matahari berada di titik balik atau Nadir Ka’bah yakni pada 29 November pukul 0.09 Waktu Saudi atau 6.09 Waktu Indonesia Timur, serta 14 Januari pukul 0.30 Waktu Saudi atau 6.30 Waktu Indonesia Timur.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments