Monday, May 20, 2024
HomeInternationalWorldMenteri Israel Sebut Dunia Tak Perlu Danai Pembangunan Jalur Gaza, Usulkan Ini

Menteri Israel Sebut Dunia Tak Perlu Danai Pembangunan Jalur Gaza, Usulkan Ini

Media Indo Pos,Tel Aviv – Seorang menteri Israel mengatakan bahwa komunitas internasional tidak perlu mendanai pembangunan kembali Jalur Gaza yang hancur akibat perang. Menteri Israel ini mengusulkan agar warga Palestina di Jalur Gaza ditampung oleh berbagai negara di seluruh dunia dalam program ‘permukiman kembali secara sukarela’.

Seperti dilansir dari AFP, Senin (20/11/2023), usulan kontroversial itu disampaikan oleh Menteri Intelijen Israel Gila Gamliel dalam tulisannya yang dimuat oleh media lokal The Jerusalem Post pada Minggu (19/11) waktu setempat.

Setiap usulan yang melibatkan pemindahan paksa atau penggusuran warga Palestina tergolong sangat kontroversial di dunia Arab, setelah perang yang berujung berdirinya negara Israel sekitar 75 tahun silam telah memicu eksodus sebanyak 760.000 warga Palestina — atau yang disebut sebagai ‘Nakba’.

Kementerian Perumahan Gaza menyebut lebih dari 40 persen rumah di Jalur Gaza mengalami kerusakan atau kehancuran dalam pertempuran tanpa henti antara militer Israel dan kelompok Hamas selama beberapa pekan terakhir.

Gamliel dalam tulisannya yang dimuat The Jerusalem Post menyebut salah satu ‘opsi’ setelah perang berakhir adalah ‘mendorong permukiman kembali secara sukarela’ terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, demi alasan kemanusiaan, ke luar wilayah Jalur Gaza’.

“Daripada menyalurkan uang untuk membangun kembali Gaza atau kepada UNRWA yang gagal, komunitas internasional bisa membantu untuk biaya permukiman kembali, membantu warga Gaza membangun kehidupan baru di negara tuan rumah baru mereka,” cetus Gamliel.

UNRWA merupakan badan bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina.

“Gaza telah sejak lama dianggap sebagai masalah tanpa jawaban. Kita harus mencoba sesuatu yang baru, dan kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk membantu mewujudkannya,” sebut Gamliel dalam tulisannya.

“Ini bisa menjadi solusi yang saling menguntungkan: kemenangan untuk warga sipil Gaza yang mencari kehidupan yang lebih baik dan kemenangan bagi Israel setelah tragedi yang menghancurkan ini,” ujarnya.

Perang yang berkecamuk antara Israel dan Hamas telah memasuki pekan ketujuh usai serangan mematikan pada 7 Oktober lalu, yang memicu pengeboman balasan dari Tel Aviv dan operasi darat di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Laporan otoritas Israel menyebut sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, tewas akibat serangan Hamas sebulan lalu, dan lebih dari 240 orang lainnya disandera lalu dibawa ke Jalur Gaza untuk ditahan.

Secara terpisah, laporan otoritas kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 13.000 orang, sebagian besar warga sipil, tewas akibat rentetan serangan Israel.

Wilayah Jalur Gaza sebagian besar ditinggali oleh para pengungsi Palestina dan keturunan mereka. UNRWA melaporkan lebih dari 1,6 juta orang terpaksa mengungsi akibat perang yang terjadi antara Israel dan Hamas.

Pengungsian massal ini membangkitkan kenangan akan Nakba, dengan sejumlah politikus Israel mengusulkan untuk mendorong warga Gaza ke Mesir, negara tetangganya. Usulan itu ditolak mentah-mentah oleh Kairo.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, secara terpisah, mengatakan bahwa ‘orang-orang seharusnya bisa tinggal di Gaza, rumah mereka’. Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan Blinken bahwa mengusir penduduk Gaza bisa memicu ‘Nakba kedua’.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments