Wednesday, April 24, 2024
HomeInternationalWorldMantan Menteri Keuangan AS Kumpulkan Investor Buat Beli TikTok

Mantan Menteri Keuangan AS Kumpulkan Investor Buat Beli TikTok

Media Indo Pos,Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin, dikabarkan tertarik membeli TikTok. Ia dikabarkan sedang menyusun tim yang berisi sejumlah investor untuk menawar pembelian aplikasi video singkat tersebut.

Informasi itu tersiar pada Kamis (14/3), tepat sehari setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang memaksa perusahaan induk TikTok, ByteDance untuk melepas saham aplikasi tersebut jika tidak ingin terdepak dari AS. RUU itu mewajibkan agar saham TikTok dioperasikan dan dimiliki oleh AS.

“Ini adalah bisnis yang baik dan saya akan menyusun sebuah tim untuk membeli TikTok. Ini bernilai banyak uang,” ucap Steve dalam sebuah wawancara, dikutip Jumat (15/3/2024).

Steve mengatakan ia memberi opsi kepada investor AS untuk mengalihkan kepemilikan mereka di TikTok, tapi ia menekankan tidak akan ada entitas yang memiliki kendali saham lebih dari 10%. Namun, Steve tidak menyebut siapa saja yang berada dalam tim yang sedang dibentuknya.

“Tidak mungkin China membiarkan perusahaan AS memiliki barang seperti ini di China,” katanya. Sejak menjabat di pemerintahan, Steve pun mengaku telah melihat bukti kemampuan TikTok untuk mengumpulkan banyak data.

Kendati demikian, ByteDance diduga tidak akan pernah mengizinkan TikTok dijual ke perusahaan lain di luar China karena sejumlah tindakan terukur yang ditetapkan pemerintah. Sejak 2020, pemerintah ‘Negeri Tirai Bambu’ menetapkan TikTok sebagai teknologi sensitif, banyak pejabat yang menolak penjualan perusahaan itu apalagi membuat TikTok jatuh ke tangan negara lain.

Analis senior dari Webush Securities, Dan Ives, menilai bahwa China tidak akan pernah melepas TikTok yang mempunyai algoritma khusus yang disebutnya membuat aplikasi itu sangat sukses dan berharga.

“Tanpa algoritma khusus, ini seperti membeli mobil F1 tanpa mesin. Jadi, sangat tidak masuk akal,” tutur Ives, dikutip dari CNN.

Ives pun menilai ada 25% peluang RUU itu diteken pemerintah AS sehingga TikTok terpaksa dijual oleh ByteDance. Ia memprediksi bakal ada banyak pihak yang melakukan penawaran jika TikTok akan dijual.

Menurutnya, sejumlah pihak tersebut adalah para perusahaan raksasa teknologi seperti Microsoft atau Oracle yang sudah memiliki hubungan dengan TikTok. “Mereka semua seperti hiu yang melihat darah di air,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Steve dan TikTok tidak merespon ketika dihubungi untuk dimintai komentar.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments