Friday, June 14, 2024
HomeHukum & KriminalDalih Utang Budi Hingga Kesukuan di Balik Syahrul Yasin Limpo Royal ke...

Dalih Utang Budi Hingga Kesukuan di Balik Syahrul Yasin Limpo Royal ke Biduan

Media Indo Pos,Jakarta – Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan tanggapan atas keterangan Nayunda Nabila Nizrinah dalam persidangan. SYL mengaku ada alasan kesukuan hingga kedekatan dengan orang tua Nayunda sehingga tak segan memberi bantuan kepada sang biduan.

Hal itu disampaikan SYL dalam sidang lanjutan kasus gratifikasi dan pemerasan yang melibatkan dirinya, Sekjen Kementan nonaktif Kasdi Subagyono, serta Direktur Kementan nonaktif Muhammad Hatta di PN Tipikor Jakarta pada Rabu (29/5/2024). SYL didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar. Dia didakwa bersama Kasdi dan M Hatta. Kasdi dan Hatta diadili dalam berkas perkara terpisah.

SYL mengaku dekat dengan kedua orang tua biduan Biduan Nayunda Nabila Nizrinah. Kedua orang tua Nayunda disebut menjadi tim suksesnya saat menjadi Gubernur Sulawesi Selatan.

“Saya dengan ibu bapaknya sangat dekat, dia pernah menjadi saya punya bendahara waktu saya Ketua Golkar provinsi Sulawesi Selatan dan dia ibu bapaknya menjadi tim sukses Gubernur saya dua periode,” kata SYL di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024).

SYL mengaku dirinya merasa berutang budi dengan kedua orang tua Nayunda. Oleh sebab itu, SYL menyebut dirinya tak segan memberikan bantuan kepada Nayunda.

“Saya merasa saya berutang budi demi Allah. Oleh karena itu, kalau saya diminta untuk membantu, saya merasa ada jasa ibunya,” tuturnya.

Salah satu bantuan itu, menurut SYL, saat dirinya menambahkan uang Rp 10 Juta untuk Nayunda saat menyanyi di Makassar. SYL mengatakan hal itu dilakukan lantaran adanya permintaan dari ibu Nayunda.

“Terakhir ini ada Rp 10 juta untuk Nayunda di Makassar, itu diminta oleh ibunya. Bahwa kenapa kalau Nayunda nyanyi selalu honornya sedikit, kalau kau panggil penyanyi lain, sementara kau sudah menjadi menteri. Kira-kira itulah saya sebagai tokoh, sebagai orang yang selama ini menghormati orang Bugis Makassar, saya merasa terpukul. Maka bilang tambahkan saja. Hal yang sama kaya Kasdi,” kata SYL.

“Selalu dibayar Ro 20 juta, Rp 25 juta, sementara dia punya standar kan Rp 30 juta, Rp 35 juta bahkan,” sambungnya.

SYL mengatakan hal ini perlu dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia juga menyebut usianya saat ini 70 tahun sedangkan Nayunda merupakan teman cucunya.

“Nah itu yang saya mau sampaikan supaya tidak ada mispersepsi. Dia temannya cucu saya, saya 70 tahun, ada apa,” kata SYL.

Tak hanya itu, Nayunda juga minta dibayari cicilan apartemen kepada SYL. Diketahui permintaan pembayaran apartemen ini disampaikan Nayunda saat bersaksi. Usai Nayunda memberikan kesaksian, hakim memberikan SYL kesempatan menanggapi. SYL mengatakan hal itu terjadi saat apartemen Nayunda ingin diambil.

“Terakhir waktu masalah udah mau diambil dia punya apartemen,” kata SYL.

SYL menyebut dirinya memberikan uang untuk membayar cicilan apartemen sebagai bentuk bantuan sesama Bugis Makassar. SYL mengatakan dirinya akan membantu siapa pun warga Bugis Makassar yang meminta bantuannya.

“Siapa pun yang minta tolong orang Bugis Makassar kepada saya, sepanjang saya bisa, saya pasti lakukan Yang Mulia,” kata SYL.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments