Wednesday, June 19, 2024
HomePolitikPKS Berkoalisi dengan Golkar di Pilwalkot Depok

PKS Berkoalisi dengan Golkar di Pilwalkot Depok

Media Indo Pos,Jakarta – KPU menyatakan PKS menjadi satu-satunya parpol yang dapat mengusung kandidat calon wali kota (cawalkot) Depok tanpa harus berkoalisi. Namun, PKS menyatakan partainya tetap mengajak parpol lain bergabung membentuk koalisi.

“Kami masih terus membuka komunikasi dengan partai lain untuk mengajak bergabung bersama koalisi ini. PKS akan maju Pilkada Depok dengan berkoalisi,” kata Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah DPD PKS Kota Depok Bobby Hermanto kepada wartawan, Rabu (29/5/2024).

PKS menilai perlunya kerja sama beberapa pihak untuk melanjutkan pembangunan Kota Depok. Bobby mengajak pihak yang memiliki kesamaan visi membangun Kota Depok.

“Karena kami ingin melanjutkan pembangunan di kota Depok dengan semua pihak yang memiliki semangat dan keinginan yang sama untuk membangun Depok lebih maju dan sejahtera,” tegas Bobby.

PKS telah resmi mengusung Imam Budi Hartono sebagai bakal Cawalkot Depok. Saat ini pun, kata dia, PKS telah memutuskan berkoalisi dengan Partai Golkar dalam Pilwalkot Depok mendatang. “Saat ini sedang berproses SK dari masing-masing DPP PKS dan Partai Golkar untuk berkoalisi di Pilkada Kota Depok,” ujar Bobby.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Wili Sumarlin menyatakan hanya ada 1 partai di Depok yang bisa langsung mengusung calon wali kota dan calon wakil wali kota tanpa harus berkoalisi. Dia menyebut PKS bisa mengusung calon wali kota dan calon wakil wali kota tanpa perlu koalisi.

“Mengajukan kandidat calon wali kota dan wakil wali kota berdasarkan perolehan suara. Ada satu partai yaitu PKS yang bisa mengusung langsung tanpa koalisi, sedangkan partai lain harus berkoalisi untuk memenuhi syarat 20 persen,” kata Wili Sumarlin dilansir dari Antara, Rabu (29/5/2024).

Wili menyebutkan PKS mendapatkan 13 kursi dari 50 kursi di DPRD. Dengan demikian, PKS sudah mengantongi 20 persen kursi DPRD Kota Depok. “Yang bisa kan PKS 13 kursi, yang lain kan seperti Gerindra 8 kursi, Golkar 7 kursi, PDIP 6 kursi, PKB sama Demokrat 5 kursi, PPP sama PAN 2 kursi, PSI sama Nasdem satu kursi,” tutur Wili Sumarlin.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments