Tuesday, May 28, 2024
HomeInternationalWorldKaget Israel Gempur RS Indonesia di Gaza, WHO: Dunia Tak Boleh Diam

Kaget Israel Gempur RS Indonesia di Gaza, WHO: Dunia Tak Boleh Diam

Media Indo Pos,Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) terkejut gempuran Israel kini menyasar Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina. WHO menegaskan dunia tidak boleh tinggal diam melihat agresi Israel yang semakin terang-terangan menargetkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di Gaza.

“Rumah Sakit Indonesia dilaporkan mengalami kerusakan akibat setidaknya lima serangan sejak 7 Oktober,” kata badan kesehatan PBB tersebut melalui pernyataan pada Senin (20/11).

“Dunia tidak bisa tinggal diam sementara rumah sakit ini, yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman, berubah menjadi tempat kematian, kehancuran, dan keputusasaan.”

Setelah memporak-porandakan Rumah Sakit Al Shifa yang terbesar di Gaza, Israel mengepung dan mulai menggempur RS Indonesia di utara wilayah itu hingga menewaskan 12 orang. Belasan korban tewas itu termasuk pasien dan petugas medis.

“Orang-orang yang berusaha meninggalkan fasilitas medis tersebut dilaporkan mendapat ancaman. Ada banyak serangan yang terus-menerus terhadap fasilitas kesehatan dalam enam minggu terakhir yang mengakibatkan evakuasi massal secara paksa dari RS hingga banyak korban jiwa,” kata WHO seperti dikutip dari Al Jazeera.

WHO menyatakan telah mendokumentasikan 335 serangan pasukan Israel terhadap fasilitas kesehatan di Gaza dan Tepi Barat sejak agresi berlangsung pada 7 Oktober imbas perang pasukan Zionis dengan Hamas. WHO juga mencatat ada sekitar 33 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Israel selama serangan Hamas pada 7 Oktober.

Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengutuk gempuran Israel ke RS Indonesia di Gaza. Ia menegaskan perawat dan warga sipil tidak boleh menjadi sasaran saat konflik terjadi, apalagi ketika berada di dalam rumah sakit.

“Petugas kesehatan dan warga sipil tidak boleh dihadapkan pada keadaan horor semacam itu, terutama saat berada di dalam rumah sakit,” ucap Tedros lewat akun X.

Sementara itu, Penasihat kebijakan luar negeri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ophir Falk, menegaskan serangan militer Israel ke RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina sesuai hukum internasional.

“Kami sepenuhnya mematuhi hukum internasional, dengan proporsionalitas, perbedaan, dan ada kebutuhan militer yang jelas untuk menghancurkan Hamas, dan itu lah yang kami lakukan,” kata Falk kepada reporter Alex Marquardt dari CNN pada Senin (20/11).

“Dalam upaya menghancurkan Hamas, seperti yang dilakukan IDF (militer Israel) saat ini, kami membedakan, membuat perbedaan yang jelas antara warga sipil an teroris,” paparnya menambahkan.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Indonesia mengutuk keras gempuran pasukan Israel ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang menewaskan sejumlah warga sipil,” kata Retno saat konferensi pers virtual pada Senin.

Agresi Israel ke Palestina masih berlanjut bahkan semakin membabi buta sejak perangnya dengan Hamas pecah pada 7 Oktober lalu. Per Senin (20/11), Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan korban tewas akibat agresi Israel sejak 7 Oktober lalu telah mencapai 13 ribu orang. Sebanyak 5.500 korban tewas merupakan anak-anak, sementara itu sekitar 3.500 korban meninggal lainnya merupakan perempuan.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments