Tuesday, June 25, 2024
HomeInternationalWorldJet Tempur Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman, 14 Orang Tewas

Jet Tempur Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman, 14 Orang Tewas

Media Indo Pos,Sanaa – Kelompok Houthi melaporkan sedikitnya 14 orang tewas akibat serangan udara yang dilancarkan militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris di wilayah Yaman. Serangan negara Barat yang bersekutu itu dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan Houthi menyerang kapal-kapal di Laut Merah dan sekitarnya.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (31/5/2024), kelompok Houthi telah menyerang kapal-kapal yang berlayar di jalur internasional di Laut Merah dan Teluk Aden sejak November lalu, atau sebulan setelah perang berkecamuk antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza.

Houthi berulang kali menyebut solidaritas dengan warga Palestina di Jalur Gaza yang terus digempur Israel sebagai alasan di balik serangan-serangannya.

Pada Kamis (30/5) malam hingga Jumat (31/5) waktu setempat, sejumlah jurnalis AFP yang ada di lapangan melaporkan mereka mendengar rentetan suara ledakan di ibu kota Sanaa dan kota pelabuhan Hodeida.

Laporan televisi Al-Masirah, yang dikuasai Houthi, menyebut serangan udara itu juga menargetkan infrastruktur telekomunikasi di kota Taez.

Sedikitnya 14 orang, seperti dilaporkan televisi Al-Masirah, tewas akibat serangan udara di beberapa wilayah di Yaman tersebut. Lebih dari 30 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang sama. Tidak dimungkinkan untuk segera memverifikasi jumlah korban jiwa itu secara independen.

Kementerian Pertahanan Inggris, dalam pernyataannya, menyebut pesawat tempurnya melancarkan serangan dalam “operasi gabungan dengan pasukan AS terhadap fasilitas militer Houthi untuk melemahkan kemampuan mereka dalam melancarkan serangan terhadap pelayaran internasional di Laut Merah dan Teluk Aden”.

Disebutkan Kementerian Pertahanan Inggris bahwa informasi intelijen mengindikasikan dua lokasi di dekat Hodeida terlibat dalam serangan-serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan sekitarnya.

“Dengan sejumlah bangunan diidentifikasi sebagai tempat fasilitas kendali darat untuk drone dan menjadi tempat penyimpanan untuk drone jarak jauh, serta senjata jenis permukaan-ke-udara,” sebut Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataannya.

Lebih jauh ke wilayah selatan Yaman, sebut Kementerian Pertahanan Inggris, salah satu situs lainnya “juga diidentifikasi terlibat dalam komando dan kendali operasi antikapal mereka”.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, dalam pernyataan terpisah, menyatakan total 13 lokasi yang dikuasai Houthi menjadi target serangan.

CENTCOM menegaskan bahwa serangan-serangan itu “diperlukan untuk melindungi pasukan kami, menjamin kebebasan navigasi, dan membuat perairan internasional lebih aman dan terjamin”.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments